30.9.26

Diskusi Berkaitan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir dan Perencanaan Program, ALSA LC UNDIP Kunjungi IKAMaT dan KeSEMaT

Semarang - IKAMaT. IKAMaT bersama KeSEMaT kembali menerima kunjungan di Sekretariat IKAMaT, kali ini dari Asian Law Students' Association (ALSA) Local Chapter (LC) Universitas Diponegoro (UNDIP). Kegiatan kunjungan ini dalam rangka berdiskusi berkaitan dengan program kerja ALSA LC UNDIP berkaitan dengan kegiatan rehabilitasi pesisir yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. (3/9/2026). 

ALSA LC UNDIP merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) Hukum berbentuk organisasi kemahasiswaan berlingkup internasional di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. ALSA LC UNDIP menjadi sebuah wadah anggotanya dapat memahami nilai ideal dari hukum dan dapat menghargai perbedaan sistem hukum antara satu anggota dengan yang lainnya. 

Kunjungan ini disambut langsung oleh Bagus R. D. Angga (Direktur Program), Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Alfian R. Hidayat (Staf Operasional Media), Azka M. Shaffarriani (KeSEMaT), dan Humaira R. Widona (KeSEMaT). 

Pada pertemuan ini anggota ALSA LC UNDIP berkunjung ke Sekretariat IKAMaT dalam rangka berkonsultasi dan diskusi berkaitan dengan program yang akan mereka laksanakan dalam waktu dekat. Program tersebut akan berfokus pada kepedulian terhadap alam dan lingkungan dalam hal ini program mereka berkaitan dengan rehabilitasi atau penghijauan ekosistem pesisir. 

Program ini diselenggarakan oleh Divisi Social Community dengan tujuan meningkatkan kesadaran lingkungan, baik bagi anggota ALSA LC UNDIP maupun masyarakat. Program ini mencakup berbagai agenda kampanye dan edukasi mengenai pentingnya menjaga alam dan lingkungan serta mendorong kepedulian terhadap kelestariannya dengan nama program ALSA Nurturing 2026. 

Rencana program kerja akan dilaksanakan di wilayah pesisir Kabupaten Jepara berkaitan dengan penghijauan dan penanaman pohon ketapang yang termasuk ke dalam mangrove asosiasi apabila berada di wilayah ekosistem mangrove. 

“Kami ucapkan terima kasih kepada IKAMaT dan KeSEMaT pada hari ini telah menyambut kami pada hari ini dalam rangka kami izin berdiskusi berkaitan dengan program kerja yang akan kami laksanakan,” ujar Benediktus F. Sinaga (ALSA LC UNDIP). “Harapannya dengan hasil diskusi ini kami dapat mempersiapkan program kerja kami dengan lebih matang. Kemudian, harapannya apabila dimungkinkan bekerja sama maka kami akan sangat terhormat, karena salah satu agenda kami adalah edukasi dan kampanye mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan alam,” tambahnya. 

Dalam diskusi, Bagus menyampaikan bahwa dalam kegiatan yang kaitannya dengan rehabilitasi dan penghijauan lingkungan, khususnya pesisir, salah satu yang perlu diperhatikan adalah berkaitan dengan komunikasi dengan masyarakat sekitar, perizinan, dan peruntukkan lahan yang sesuai dengan tempatnya. 

“Pengalaman kami dalam melaksanakan program lingkungan, teman-teman dapat berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak yang berwenang di situ, kemudian juga dikomunikasikan terlebih dahulu berkaitan dengan perizinan dan persyaratan maupun ketentuan apabila kita melaksanakan kegiatan di lokasi tersebut,” jelas Bagus. “Kemudian perlu dilihat juga peruntukkan lahan di lokasi tersebut. Hal ini dalam rangka mengurangi ancaman terhadap pohon atau mangrove yang telah kita tanam dari ancaman perubahan lahan ke depannya,” jelasnya lebih lanjut. 

Selanjutnya, dari panitia program kerja ALSA Nurturing 2026 juga mengajukan permohonan pemateri berkaitan dengan edukasi mengenai tata cara rehabilitasi, pentingnya, dan manfaat dari menjaga dan merehabilitasi ekosistem pesisir tersebut. 

Pertemuan antara ALSA LC UNDIP, IKAMaT, dan KeSEMaT menunjukkan pentingnya proses perencanaan sebelum kegiatan rehabilitasi atau penghijauan pesisir dilaksanakan. Pemilihan lokasi, komunikasi dengan masyarakat, perizinan, serta kesesuaian jenis tanaman dengan karakteristik kawasan menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar kegiatan lingkungan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Melalui diskusi ini, ALSA LC UNDIP juga memperoleh gambaran bahwa kegiatan penanaman di wilayah pesisir tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pada hari penanaman. Tahapan awal berupa identifikasi lokasi, koordinasi dengan para pihak, penentuan jenis tanaman, hingga perencanaan pemantauan setelah penanaman menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program.

Rencana ALSA Nurturing 2026 juga memiliki peluang untuk menjadi ruang edukasi bagi para peserta mengenai hubungan antara kondisi ekosistem pesisir dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Kampanye lingkungan yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan lapangan dapat membantu memperluas pemahaman bahwa pelestarian lingkungan memerlukan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat dilakukan melalui kegiatan sesaat.

IKAMaT dan KeSEMaT berharap komunikasi yang telah terbangun bersama ALSA LC UNDIP dapat terus dikembangkan dalam tahapan persiapan program selanjutnya. Pertukaran informasi dan pengalaman antarorganisasi diharapkan dapat membantu penyelenggara menyusun kegiatan yang sesuai dengan kondisi lapangan, kebutuhan masyarakat, serta tujuan rehabilitasi lingkungan yang ingin dicapai.

Kolaborasi dengan organisasi mahasiswa seperti ALSA LC UNDIP juga menjadi salah satu sarana untuk memperluas keterlibatan generasi muda dalam isu lingkungan pesisir. Melalui kegiatan edukasi, kampanye, dan aksi lapangan yang direncanakan dengan baik, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung sekaligus menyebarkan pesan mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem kepada masyarakat yang lebih luas.

Ke depan, program rehabilitasi pesisir diharapkan tidak hanya menghasilkan penambahan vegetasi, tetapi juga membangun kesadaran, pengetahuan, dan rasa tanggung jawab bersama terhadap kawasan yang telah ditanami. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan lingkungan dapat berkembang menjadi proses pembelajaran dan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi ekosistem maupun masyarakat pesisir dalam jangka panjang.

Selain itu, juga sebagai sarana kolaborasi antar lembaga dalam mewujudkan kesehatan lingkungan pesisir dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir. (ADM/ARH/BRDA/AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar