24.9.26

Reportase PIKNIKAMAT I 2026: Liburan Tengah Tahun, IKAMaT Ajak Semua Karyawan dan Keluarga Berwisata di Pacitan

Pacitan - IKAMaT. Sebagai bentuk apresiasi dan bentuk rasa syukur atas pencapaian yang telah tercapai di tengah tahun 2026, IKAMaT dan keluarga kembali melaksanakan kegiatan PIKNIKAMaT yang kemudian berwisata di kawasan Kabupaten Pacitan. Momen ini juga menjadi sarana bagi karyawan dan keluarga untuk mempererat tali silaturahmi. Kabupaten Pacitan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terletak di bagian barat daya dan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah di sebelah barat serta Samudra Hindia di sebelah selatan. (22–23/8/2026). 

PIKNIKAMaT merupakan kegiatan gathering, outing, atau liburan bersama yang diselenggarakan oleh IKAMaT sebagai bentuk mempererat kebersamaan, menjaga kekompakan tim, sekaligus menjadi ruang rehat (refreshing) dari rutinitas pekerjaan lapangan atau konservasi pesisir dan mangrove. 

Sebagai informasi, Wilayah Pacitan didominasi oleh kawasan perbukitan, pegunungan, dan pesisir, sehingga memiliki bentang alam yang beragam. Pacitan dikenal luas sebagai salah satu daerah wisata alam di Jawa Timur, terutama karena pantai-pantai berpasir putih, gua, serta kawasan karst yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa destinasi yang cukup terkenal antara lain Pantai Bercak, Pantai Watu Karung, Muara Kali Cokel, hingga Goa Song Terus. 

Selain pariwisata, Pacitan juga dikenal sebagai daerah penghasil batu akik, terutama yang pernah populer dengan sebutan Batu Pacitan. Kabupaten ini juga memiliki keterkaitan sejarah dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, yang lahir di Pacitan. 

Perjalanan menuju Kabupaten Pacitan dimulai dengan berkumpul dan berangkat dari Sekretariat IKAMaT pukul 06.00 WIB, sebelum perjalanan dimulai karyawan dan keluarga berdoa bersama agar diberikan keselamatan dalam perjalanan nantinya. Di mana perjalanan dari Kota Semarang menuju Kabupaten Pacitan akan ditempuh kurang lebih dalam lima jam. PIKNIKAMaT edisi kali ini juga diikuti oleh mahasiswa magang, yaitu Syaqinnah Nurririsyah dan Dea Amanda. 

“Kali ini kami diajak untuk liburan bersama karyawan IKAMaT dan keluarga dalam kegiatan PIKNIKAMaT yang akan menuju ke wilayah Kabupaten Pacitan,” ujar Syaqinnah. “Ikuti keseruan PIKNIKAMaT kali ini di tengah tahun, di mana kami liburan ke wilayah Pacitan,” tambahnya.

PIKNIKAMaT tengah tahun ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan melepas rutinitas sehari-hari, mempererat kebersamaan antar karyawan IKAMaT dan keluarga, sekaligus bentuk rasa syukur atas pencapaian yang telah dilakukan IKAMaT setengah tahun ini. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan peluang untuk mengeksplorasi tempat baru, belajar hal-hal baru, dan memperkaya pengalaman dan wawasan di luar bidang yang ditekuni. 

“Baik, teman-teman pemberhentian pertama kami adalah di Solo, lebih tepatnya di Selat Solo Tenda Biru. Di mana dalam menunya nanti akan ada makanan khas dari Solo pastinya, yaitu selat,” ujar Anggoro D. B. Saputro (Staf Manajer Keuangan dan Operasional). “Di sini kami akan melaksanakan sarapan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pacitan di daerah selatan,” tambahnya. 

Sesampainya di kawasan Kabupaten Pacitan yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, kemudian rombongan sampai di destinasi pertama, yaitu Museum Song Terus. Di dalam museum rombongan dipersilakan terlebih dahulu untuk menonton video sejarah kawasan Goa Song Terus dan pembangunan Museum Song Terus. Setelah selesai menonton video tersebut, rombongan diajak melihat koleksi museum tersebut. 

Di dalam museum diperlihatkan jejak sejarah dari kawasan dan manusia purba yang tinggal di kawasan tersebut, mulai dari tempat hidup, kehidupan, kebiasaan, sampai dengan alat bantu yang digunakan manusia purba untuk bertahan hidup dan mencari makanan. Selain itu diperlihatkan juga peneliti yang menemukan jejak sejarah yang ada di kawasan tersebut. Karyawan dan keluarga mendapat ilmu baru yang sebelumnya belum didapatkan dari museum ini. 

“Jadi kami telah selesai mengunjungi destinasi pertama, yaitu Museum Song Terus, tadi seru banget. Kita bisa mempelajari mengenai dunia arkeolog secara lebih baik dan jelas, kemudian kami juga bisa belajar terkait peninggalan-peninggalan apa saja di masa lampau,” jelas Dea. “Ikuti keseruan kami lagi di destinasi-destinasi selanjutnya di Pacitan,” serunya. 

Pemberhentian selanjutnya akan dilaksanakan di Rumah Makan Bu Gandos, di mana rumah makan ini merupakan salah satu wisata kuliner yang banyak dan wajib dikunjungi karena menawarkan makanan khas Pacitan yang terkenal akan hasil lautnya. Di sana karyawan dan keluarga akan makan siang bersama. 

Alhamdullillah, akhirnya kita telah sampai ke penginapan, di mana tadi perjalanannya melewati hutan-hutan jati, serta jalannya meliuk-liuk mengguncang perut,” seru Ega N. B. Utami (Staf Operasional Administrasi). “Walaupun begitu, akhirnya kita sampai juga di penginapan ini, yaitu di Villa Suaka di dekat Pantai Watu Karung, yeee!. Di sini ,” tambahnya. 

Setelah makan siang bersama, perjalanan dilanjutkan menuju penginapan, yaitu Villa Suaka yang berada di dekat Pantai Watu Karung untuk menaruh barang dan bersiap untuk menikmati pantai pasir putih yang indah. Pantai tersebut memiliki jarak yang dekat dengan penginapan dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki sebentar. Di pantai tersebut karyawan dan keluarga menikmati suasana dan kondisi matahari terbenam serta bermain air dan pasir. Kunjungan pantai ditutup dengan foto bersama. 

Hari pertama ditutup dengan makan bersama di depan penginapan ditemani dengan suasana pinggir pantai dan angin sepoi-sepoi yang membuat suasana lebih menyenangkan. Dilanjutkan dengan istirahat malam di penginapan. 

Kemudian, di hari kedua destinasi dilanjutkan di pantai di sebelah Pantai Watu Karung, pantai ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Pantai Watu Karung, tetapi dengan suasana yang berbeda, pantai ini lebih sepi, sehingga seperti pantai pribadi dengan dikelilingi karang atau bukit di sekelilingnya, pantai ini adalah Pantai Ngalian. 

“Halo, kita sekarang sudah berada di destinasi selanjutnya, yaitu Wisata Perahu Kali Cokel. Di mana kita akan menaiki perahu, sambil menikmati suasana di kawasan muara sungai ini,” kata Syaqinnah dan Dea. “Mungkin kita juga akan menaiki dengan ngebut-ngebutan, sepertinya juga seru, ikuti keseruan kita menaiki perahu,” tambahnya. 

Setelah menikmati pantai di pagi hari, rombongan melanjutkan destinasi selanjutnya, yaitu Wisata Perahu Kali Cokel. Di wisata tersebut, rombongan menikmati keindahan sepanjang muara Sungai Cokel yang dikelilingi oleh pohon kelapa dan sensasi naik perahu cepat. Rangkaian PIKNIKAMaT dilanjutkan dengan makan siang di Mentari Ocean View yang menawarkan keindahan pemandangan yang dilengkapi dengan berbagai spot foto bagi para pengunjung. 

“Kita sudah sampai di Mentari Ocean View, di mana bagus banget tempatnya, ini berada di paling ujung, di sini juga banyak terdapat spot foto yang langsung menghadap ke arah laut,” jelas Anggoro. “Setiap pengunjung dapat menikmati view yang ada dilengkapi dengan seperti taman bermain anak-anak sehingga sangat cocok untuk wisata keluarga,” terangnya. 

Rangkaian PIKNIKAMaT di Kabupaten Pacitan ditutup dengan destinasi terakhir, yaitu Pusat Oleh-Oleh Kabupaten Pacitan Tahu Tuna Pak Ran. Rombongan berbelanja oleh-oleh khas Pacitan yang terkenal akan olahan hasil lautnya. 

Rangkaian PIKNIKAMaT di Kabupaten Pacitan menjadi momen yang tidak hanya diisi dengan kegiatan wisata, tetapi juga memberikan kesempatan bagi karyawan, keluarga, dan mahasiswa magang untuk menikmati waktu bersama di luar rutinitas pekerjaan. Beragam destinasi yang dikunjungi memberikan pengalaman dan wawasan baru, sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kebersamaan. 

Melalui kegiatan ini, IKAMaT berharap kebersamaan yang terjalin selama perjalanan dapat terus terbawa dalam aktivitas sehari-hari. PIKNIKAMaT juga menjadi bentuk apresiasi dan rasa syukur atas berbagai proses serta pencapaian yang telah dilalui bersama hingga pertengahan tahun 2026.

Kegiatan PIKNIKAMaT ditutup dengan perjalanan pulang kembali ke Kota Semarang. (ADM/ARH/AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar