2.9.26

Diskusi Berkaitan Pengelolaan dan Pemanfaatan Ekosistem Mangrove, Yayasan HUMANIS Kunjungi IKAMaT

Semarang – IKAMaT. IKAMaT kembali menerima kunjungan di Sekretariat IKAMaT, kali ini dari Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (HUMANIS) dari Konsorsium Fisherfolks Empowerment for Climate Resilience and Sustainability (FOCUS). Kegiatan kunjungan ini dalam rangka berdiskusi berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem pesisir, khususnya ekosistem mangrove. (13/7/2026). 

HUMANIS adalah sebuah organisasi yang berbasis di Jakarta dan beroperasi di seluruh kawasan Asia Tenggara, dengan berkomitmen untuk membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan, di mana setiap individu dapat menikmati hak-hak dasarnya serta terbebas dari ancaman degradasi lingkungan dan perubahan iklim. 

Dalam menjalankan komitmennya, HUMANIS tergabung dalam Konsorsium FOCUS, yaitu konsorsium yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta mendorong terwujudnya sistem pangan yang berkelanjutan. 

Dalam kunjungan ini, HUMANIS sebagai salah satu anggota Konsorsium FOCUS sedang melaksanakan program pengumpulan data dari berbagai stakeholder. IKAMaT menjadi salah satu pihak yang dikunjungi untuk memperoleh informasi dan masukan yang relevan dengan pelaksanaan program tersebut. 

Kunjungan ini disambut langsung oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Ega N. B. Utami (Staf Operasional Administrasi). 

“HUMANIS yang tergabung dalam Konsorsium FOCUS sedang melaksanakan kegiatan pengumpulan data berkaitan dengan program dan kegiatan kami di konsorsium. Dalam hal ini, IKAMaT menjadi salah satu stakeholder yang coba kami temui berkaitan dengan informasi dan data yang dapat mendukung kami,” jelas Miranda (HUMANIS). “Kami ucapkan terima kasih juga kepada IKAMaT yang telah meluangkan waktunya kepada kami untuk dapat berdiskusi dan bertukar informasi mengenai informasi dan program dari IKAMaT,” tambahnya. 

IKAMaT dan HUMANIS kemudian berdiskusi mengenai kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove yang dilaksanakan oleh IKAMaT. Upaya pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkelanjutan tersebut diwujudkan melalui empat pilar utama IKAMaT yang menjadi landasan dalam pelaksanaan berbagai program dan kegiatannya. 

“IKAMaT melaksanakan setiap program dan kegiatannya berdasarkan atas empat pilar yang dimiliki, di antaranya pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove, riset mangrove, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan industri kreatif mangrove. Keempat pilar tersebut merupakan upaya kami untuk menyebarluaskan informasi berkaitan mangrove dan manfaatnya ke masyarakat luas,” terang Agape. “Kemudian, KeSEMaT sebagai afiliasi dan IKAMaT juga mendampingi masyarakat di wilayah pesisir untuk memanfaatkan sekaligus menjaga ekosistem mangrove secara berkelanjutan, berbagai produk bernilai ekonomi harapannya dapat meningkatkan nilai ekonomi di wilayah pesisir yang semakin terdesak akibat dampak perubahan iklim,” jelasnya. 

Ega kemudian juga menunjukkan serta menjelaskan berbagai produk yang telah dihasilkan dan dipasarkan oleh mitra binaan KeSEMaT dan IKAMaT yang terdiri atas produk makanan, minuman, dan kerajinan berasal dari mangrove bukan kayu di wilayah pesisir. 

Kegiatan kunjungan berjalan dengan baik dan lancar serta menjadi sarana berdiskusi dan bertukar informasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove di Indonesia. Selain itu, juga sebagai sarana kolaborasi antar lembaga dalam mewujudkan kesehatan lingkungan pesisir dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir. (ADM/ARH/ALA/ENBU/AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar