Dalam sesi diskusi juga dibahas mengenai perencanaan program berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove yang berkelanjutan.
Kunjungan ini dilaksanakan oleh jajaran PERKASA yang diwakili oleh Tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Kunjungan pertama dilaksanakan ke kawasan Dusun Tambak Gojoyo, Demak dengan kegiatan utama berupa monitoring kondisi bibit mangrove yang telah ditanam pada tahun 2025.
Setelah itu, sambil meninjau lokasi dilaksanakan juga diskusi mengenai potensi dari program lanjutan yang bisa dilaksanakan dari bibit mangrove yang telah ditanam.
IKAMaT yang diwakili oleh Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Faradian N. Hapsari (Manajer Operasional dan Keuangan), Rena Sagita dan Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), serta Yuzra Novrian (Staf Operasional Media) mendampingi dan menyambut baik kunjungan tersebut.
“Pada hari ini kami dari Tim PGN PERKASA melaksanakan kegiatan peninjauan dan monitoring di lokasi penanaman bibit mangrove bersama Tim IKAMaT beserta kelompok masyarakat di masing-masing lokasi. Harapannya dari monitoring ini, bibit mangrove yang ditinjau dapat dikembangkan untuk program yang lain,” kata M. Rachel Farhan (PERKASA). “Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yang pertama ada di kawasan Dusun Tambak Gojoyo, Demak dan kawasan Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) di mana telah dilaksanakan kegiatan rehabilitasi mangrove,” tambahnya.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke kawasan SMC Jateng, Semarang sebagai tempat pelaksanaan kegiatan rehabilitasi mangrove pada tahun 2024. PERKASA bersama IKAMaT kemudian meninjau langsung hasil rehabilitasi.
“Harapannya semoga bibit yang telah ditanam dapat bermanfaat tidak hanya untuk bumi, tetapi untuk membantu masyarakat di lingkungan sekitar, khususnya perekonomian para nelayan. Kemudian, walaupun pada bulan Agustus merupakan bulan yang panas terik, harapannya mangrove dapat tumbuh dengan baik dan melewati masa kritisnya,” tutur Fakhria Maulida (PERKASA).
Diskusi dan kunjungan berlangsung dengan baik dan lancar. Kegiatan diskusi dan kunjungan ini diharapkan dapat menjadi sarana penguatan kolaborasi antar pihak pada pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove.
Selain itu, hasil diskusi dan peninjauan di lapangan diharapkan dapat menjadi dasar dalam merencanakan pengembangan program lanjutan yang memberikan manfaat bagi kelestarian ekosistem mangrove dan masyarakat di sekitar lokasi. (ADM/ARH/AP).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar