12.3.16

Yayasan IKAMaT Hadiri Peresmian Maron Mangrove Edu Park di Semarang

Semarang - IKAMaT. Semarang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan mangrove yang cukup tinggi di kawasan Pantura Jawa. Kerusakan mangrove yang terjadi di Semarang sudah mencapai lebih dari 75%, hal ini diakibatkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah abrasi dan alih fungsi lahan. Salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan mangrove adalah dengan melakukan kegiatan penanaman mangrove kembali.

Pada tanggal 12 Maret 2016, IKAMaT yang diwakili oleh Sdr. Rohmat K., Sdr. Cahyadi A. K., Sdr. Ganis R. E., dan Sdr. Amrullah R. menghadiri acara peresmian Maron Mangrove Edu Park (MMEP) dan penanaman 15.000 bibit mangrove dalam rangka RNI Award 2016.

MMEP merupakan program dari CSR PT. Phapros Tbk, yang dalam pembuatannya didukung oleh Penerbad Lanumad Ahmad Yani, KeSEMaT dan Yayasan IKAMaT.

Bertempat di Maron, Semarang, acara ini dihadiri oleh seluruh anak perusahaan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), jajaran Penerbad Lanumad Ahmad Yani, GM Angkasa Pura Semarang, dinas-dinas di Kota Semarang, dan organisasi lingkungan. Acara yang dimulai pada pukul 08.30 WIB ini diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan Direktur Utama PT. RNI dan Wali Kota Semarang.

"Kami harapkan tiap tahun program penanaman mangrove PT. Phapros dapat terus bertambah jumlahnya tiap tahun," ujar Dirut PT. RNI dalam sambutannya.

Wali Kota Semarang menyampaikan, "Dalam upaya melestarikan mangrove Semarang, khususnya yang ada di Maron, kita harus mengeroyok Maron ini secara bersama-sama dengan program-program penghijauan. Sehingga kedepan, Maron ini bisa menjadi lebih baik lagi."

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bibit mangrove kepada kelompok tani mangrove Mekar Tani Lindung selaku kelompok penerima bantuan bibit mangrove. Dilanjutkan dengan peninjauan tracking MMEP, sembari menuju lokasi penanaman yang berada di ujung tracking.

Ditemui disela-sela acara, Sdr. Cahyadi A. K. menyampaikan, "Kedepan, saya pribadi sangat berharap MMEP mampu menjadi salah satu tempat untuk memberikan edukasi pengetahuan mengenai mangrove bagi masyarakat, khususnya masyarakat kota Semarang."

Acara yang berakhir pada pukul 11.00 WIB ini diakhiri dengan doa dan foto bersama.