23.4.26

Kenalkan Peran Mangrove, Pentingnya Konservasi Ekosistem Mangrove, dan Program IKAMaT, IKAMaT Narasumber Bimbingan Teknis Praktik Baik Ekoteologi Kepada Balai Diklat Keagamaan Kota Semarang di SMC Jateng, Semarang

Semarang - IKAMaT. IKAMaT kembali didaulat sebagai narasumber dalam kegiatan bimbingan teknis. Pada kesempatan ini, IKAMaT menyampaikan materi mengenai praktik baik dan program yang telah dijalankan, peran mangrove, serta pentingnya konservasi ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan. Bimbingan teknis ini ditujukan kepada pegawai internal Balai Diklat Keagamaan (BDK) Kota Semarang dan dilaksanakan di salah satu Sentra Produksi Olahan Mangrove (SPOM) Semarang, yaitu di kediaman Mufidah selaku ketua Kelompok Bina Citra Karya Wanita dan Srikandi Pantura. (15/4/2026). 

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 pegawai BDK Kota Semarang. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi diskusi mengenai mangrove, termasuk fungsi, manfaat, serta upaya pemanfaatannya secara ramah lingkungan. Selain itu, peserta juga melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembibitan dan penanaman mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). 

IKAMaT yang diwakili oleh Alfian R. Hidayat (Staf Operasional Media) dan Ega N. B. Utami (Staf Operasional Administrasi) menyampaikan mengenai IKAMaT sebagai organisasi nirlaba yang berfokus dalam upaya konservasi ekosistem mangrove dan mewujudkan kemakmuran masyarakat di kawasan pesisir, serta pentingnya pelestarian ekosistem mangrove dan manfaatnya bagi lingkungan dan pesisir. 

“IKAMaT merupakan sebuah yayasan atau organisasi nirlaba yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ekosistem mangrove dan mewujudkan kemakmuran masyarakat di kawasan pesisir. Karyawan IKAMaT terdiri dari Alumni KeSEMaT dan para profesional lainnya yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang konservasi, penelitian, pendidikan, kampanye, dan dokumentasi mangrove, serta didukung tenaga ahli yang berasal dari afiliasi mangrove kami,” jelas Alfian. “Kami sudah memulai inisiatif ini yang dilaksanakan oleh pendahulu kami sejak tahun 2001, di mana pada tahun tersebut masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai pentingnya ekosistem mangrove. Kami berupaya melakukan konservasi, penelitian, pendidikan, kampanye, dan dokumentasi mangrove, serta pengembangan masyarakat pesisir sampai dengan saat ini,” jelasnya lebih lanjut. 

Selain itu, Alfian dan Ega juga menyampaikan mengenai pengertian mangrove dan komponen penyusunnya, serta fungsi fisik, ekologi, dan ekonomi. Selain itu, ekosistem mangrove merupakan ekosistem penyimpan karbon terbesar sehingga ekosistem mangrove merupakan salah satu cara efektif dalam upaya memitigasi perubahan iklim. 

Penyampaian tersebut juga didukung dengan produk pemanfaatan yang telah diproduksi secara ramah lingkungan oleh Kelompok Bina Citra Karya Wanita sebagai kelompok pengolah produk jajanan mangrove, seperti stik, peyek, kerupuk, dan cendol mangrove. 

Selain itu, ditunjukkan juga produk batik mangrove serta turunannya, seperti dasi, taplak, dan totebag yang berasal dari kain batik mangrove yang diproduksi oleh Kelompok Srikandi Pantura. 

Kemudian, Ega menyampaikan mengenai program IKAMaT ayang dijalankan melalui unitnya, salah satunya Mangrove Tag yang memiliki tiga skema program, yaitu: 
1. Tanam Pantau, program pendampingan penanaman dan pemantauan bibit mangrove kepada para mitra dengan penjagaan ekosistem mangrove skala masif melalui pemantauan berkala dengan rentang waktu yang lama. 
2. Adopsi Mangrove program yang memfokuskan pada kemudahan kepada semua lapisan masyarakat yang ingin menanam dan memantau mangrove, tetapi terkendala waktu, situasi, atau kondisi. 
3. Tebus Karbon menitikberatkan pada penghapusan jejak emisi karbon di bumi dengan pemantauan hingga penghitungan estimasi simpanan karbon pada bibit mangrove dalam jangka waktu tertentu. 

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan melihat secara langsung kondisi ekosistem mangrove dan pembibitannya di kawasan SMC Jateng, Semarang sambil berbincang mengenai keindahan dan besarnya manfaat pohon mangrove. 

Kegiatan berjalan dengan lancar dan baik, serta ditutup dengan kegiatan foto bersama yang menandai mengenai pentingnya penjagaan ekosistem mangrove dikarenakan manfaatnya yang sangat besar. 

Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk silaturahmi antara IKAMaT dengan BDK Kota Semarang sekaligus awal bentuk kolaborasi di masa yang akan datang. (ADM/ARH/ENBU/AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar