Penanaman mangrove yang telah dilaksanakan merupakan kegiatan Penanaman dan Pemantauan 30.000 Mangrove di Desa Kaliwlingi, Brebes yang dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 27 Agustus 2025 hingga pelaksanaan puncak pada tanggal 15 September 2025 di tahun lalu.
Diskusi dan kunjungan dari PT IMIP diterima langsung oleh Bagus R. D. Angga (Direktur Program), Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan), dan Alfian R. Hidayat (Staf Operasional Media).
Dalam diskusi ini Alfredo S. Ginonggom (PT IMIP) menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu berjalan dengan lancar dan secara kasat mata hasil penanaman memiliki hasil yang memuaskan.
Selain itu, ia menyampaikan telah ditemukan beberapa lokasi potensial untuk pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan konservasi mangrove secara berkelanjutan di masa yang akan datang. Ia juga berharap hasil penanaman yang telah dilaksanakan memiliki persentase kelulushidupan dan pertumbuhan yang baik setelah dihitung dengan analisis sistem informasi geografis (SIG) nantinya.
“Kemarin saya dengan tim lapangan IKAMaT telah melaksanakan kegiatan pemantauan hasil penanaman dan survei pendahuluan untuk program rehabilitasi di tahun ini. Dari hasil pemantauan secara kasat mata terlihat bahwa mangrove yang telah ditanam dapat berhasil tumbuh dengan baik. Harapannya hasil yang dihitung oleh Tim IKAMaT dapat menunjukkan hasil yang baik juga,” kata Alfredo. “Berkaitan dengan tersebut, harapannya nantinya berkaitan dengan program rehabilitasi selanjutnya dapat berjalan lancar dan menghasilkan hasil penanaman yang baik juga,” tambahnya.
Bagus juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan PT IMIP dalam rangka diskusi terkait program rehabilitasi dan konservasi yang telah berjalan bersama IKAMaT di wilayah pesisir Brebes. Ia berharap melalui pertemuan ini juga dapat dilakukan perencanaan program yang lebih matang, baik untuk kegiatan pemantauan penanaman yang akan datang maupun untuk potensi kerja sama rehabilitasi mangrove atau pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.
“Baik mas Alfredo, kami ucapkan terima kasih atas kunjungan lanjutan di IKAMaT ini. Kami berharap data yang sedang diolah oleh tim lapangan berkaitan dengan pemantauan juga menghasilkan hasil yang baik sehingga kegiatan rehabilitasi menunjukkan keberhasilan,” ujar Bagus. “Harapannya dengan diskusi lanjutan ini dapat direncanakan program lanjutan di tahun ini secara matang berkaitan dengan program rehabilitasi dan konservasi mangrove maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat,” sambungnya.
Kemudian, diskusi dilanjutkan dengan pembukaan dokumentasi hasil pemantauan lanjutan dan potensi lokasi penanaman untuk program rehabilitasi dan konservasi mangrove lanjutan di tahun ini dan masa depan di wilayah pesisir Desa Kaliwlingi, Brebes.
Diskusi berlangsung dengan baik dan lancar, disertai dengan penulisan serta pencatatan kesimpulan sebagai dasar perencanaan potensi kerja sama yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat upaya rehabilitasi dan konservasi wilayah pesisir di Indonesia melalui kolaborasi berbagai pihak. (ADM/ARH/AP).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar