2.4.26

Diskusi Berkaitan Ecosystem-based Adaptation, Mahasiswa Magister Sustainable Development Utrecht University Kunjungi IKAMaT

Semarang - IKAMaT. IKAMaT kembali menerima kunjungan di Sekretariat IKAMaT, kali ini dari mahasiswa Magister Sustainable Development, Utrecht University. Kegiatan kunjungan ini dalam rangka berdiskusi mengenai pengelolaan ekosistem mangrove dan pemberdayaan pada masyarakat pesisir di Kota Semarang. (27–28/1/2026). 

Mahasiswa Magister tersebut adalah Dhara Adhnandya Kumara, seorang mahasiswa Magister Sustainable Development, Utrecht University, yang sedang melaksanakan penelitian mengenai strategi Ecosystem-based Adaptation (EbA) pada ekosistem mangrove ke dalam perencanaan lokal untuk ketahanan pesisir. 

Kunjungan ini disambut langsung oleh Bagus R. D. Angga (Direktur Program), Aris Priyono (Direktur Teknologi dan Informasi), dan Faradian N. Hapsari (Manajer Keuangan dan Operasional). 

Dalam kesempatan ini, Dhara menyampaikan rasa terima kasihnya karena sudah diterima di Sekretariat IKAMaT untuk berdiskusi berkaitan dengan penelitian yang sedang ia kerjakan berkaitan dengan pengelolaan ekosistem mangrove dan masyarakat pesisir yang sejalan dengan fokus program IKAMaT dalam hal ini. 

Dalam diskusi tersebut, Bagus dan Aris menyampaikan mengenai program dan fokus IKAMaT yang telah dilaksanakan di wilayah pesisir di Indonesia berkaitan dengan EbA tersebut, khususnya pada ekosistem mangrove kepada masyarakat pesisir. 

Pelaksanaan program dan fokus tersebut berlandaskan pada empat pilar utama IKAMaT, yakni pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove, pemberdayaan masyarakat pesisir melalui peningkatan kapasitas dan penguatan ekonomi lokal, riset mangrove sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data, serta pengembangan industri kreatif berbasis mangrove yang berorientasi pada keberlanjutan. 

Melalui keempat pilar ini, IKAMaT berupaya mewujudkan adaptasi berbasis ekosistem yang terintegrasi, adaptif, dan berdampak positif bagi ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat dalam menghadapi dampak dari perubahan iklim. 

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke masyarakat pesisir di kawasan Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan wawancara langsung terkait kondisi ekosistem mangrove serta pengelolaannya sebagai bagian dari upaya adaptasi berbasis ekosistem mangrove di wilayah tersebut. 

Kunjungan ke kawasan SMC Jateng, Semarang didampingi oleh Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dengan kegiatan pertama mengunjungi kediaman Munhamir selaku anggota Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI) yang merupakan kelompok pegiat mangrove di sana. 

Selanjutnya, kegiatan kunjungan dan wawancara dilanjutkan ke kediaman ketua Kelompok Bina Citra Karya Wanita dan Srikandi Pantura, yaitu Mufidah serta kediaman ketua kelompok Arjuna Berdikari, yaitu Ferry Agung Istiasmara. Kelompok tersebut merupakan kelompok pengolah yang memanfaatkan hasil hutan mangrove bukan kayu menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan membentuk ekonomi alternatif baru di pesisir. 

Seluruh agenda diskusi dan kunjungan yang dilaksanakan selama dua hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana kolaborasi antara IKAMaT, akademisi, dan masyarakat, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kelestarian serta menambah pengetahuan baru mengenai ekosistem mangrove di Indonesia. (ADM/ARH/RS /AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar