Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajukan permohonan pendampingan dalam proses pengambilan sampel sebagai bagian dari tahapan penelitian yang akan dilakukan.
IKAMaT merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove, pemberdayaan masyarakat, riset mangrove, serta pengembangan industri kreatif.
Melalui keempat pilar tersebut, IKAMaT berupaya mendorong dan mendukung pelestarian, pengelolaan, dan pemanfaatan ekosistem mangrove yang terintegrasi dan adaptif. Upaya ini dilakukan untuk memberikan dampak positif bagi ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.
Dua Siswi SMA Negeri 3 Kota Semarang tersebut adalah Dayinta Avignam dan Caesaria Laksita seorang Siswi SMA Negeri 3 Kota Semarang kelas XI yang mencoba meneliti ekstrak daun mangrove dalam mendeteksi kandungan logam berat pada bahan tertentu.
Dayinta dan Caesaria menyampaikan ucapan terima kasih karena telah diterima di Sekretariat IKAMaT dengan hangat. Mereka juga menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan mereka, dalam hal ini berupa diskusi dan permohonan pendampingan pengambilan sampel untuk riset mereka pada kompetisi tersebut.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), dan Alfian R. Hidayat (Staf Operasional Media).
Dalam sesi diskusi, Paspha menyampaikan berbagai pengalaman IKAMaT dalam mendampingi para peneliti. Ia juga menjelaskan sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat pelaksanaan kegiatan rehabilitasi mangrove, riset ekosistem mangrove, serta pemberdayaan masyarakat. Lokasi-lokasi tersebut selanjutnya dapat menjadi rujukan untuk kegiatan pengambilan sampel.
“IKAMaT secara konsisten memberikan pendampingan kepada para peneliti yang melaksanakan kajian terkait ekosistem mangrove. Dukungan tersebut merupakan wujud komitmen IKAMaT dalam mengembangkan penelitian dan riset sebagai salah satu pilar utama organisasi.,” jelas Paspha. “Selain itu, IKAMaT juga memiliki beberapa lokasi yang dapat dijadikan rujukan dalam pengambilan sampel atau data yang dapat dijadikan rujukan kalian,” lanjutnya.
Fitriya dan Alfian juga menambahkan berbagai pengalaman mereka saat terjun langsung ke lapangan dalam melaksanakan atau mendampingi dalam rangka riset dan penelitian.
Selain itu, IKAMaT beserta unit bisnis dan afiliasinya terus mendorong dan mendukung pengembangan industri kreatif berbasis mangrove sebagai sarana edukasi dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan keberlanjutan masyarakat yang bergantung pada ekosistem tersebut.
Seluruh agenda diskusi dan pertemuan yang dimulai pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar, yang diakhiri dengan foto bersama. (ADM/ARH/PGMP/AP).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar