Mahasiswa tersebut adalah Firjanah Aulia Rachmawati, seorang mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, UNNES, sekaligus mahasiswa akhir yang sedang melaksanakan penelitian mengenai pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove.
Firjanah menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bersilaturahmi dan berdiskusi di Sekretariat IKAMaT. Ia berharap pertemuan ini dapat menambah ilmu pengetahuannya dalam pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove di Kota Semarang.
Selain itu, ia juga mengungkapkan keinginannya untuk melakukan kunjungan langsung ke Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah, guna melihat praktik pengelolaan di lapangan.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan).
Dalam sesi diskusi, Paspha menyampaikan berbagai kegiatan rehabilitasi dan konservasi serta pemanfaatan hasil ekosistem mangrove bukan kayu yang telah dilaksanakan di SMC Jateng, Semarang sebagai upaya peningkatan kelestarian ekosistem mangrove dan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kegiatan pemanfaatan ekosistem mangrove.
“Pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove sudah berjalan di kawasan SMC Jateng, Semarang di mana sudah terdapat kelompok petani mangrove yang mengelola kawasan ekosistem mangrove di area tersebut,” jelas Paspha. “Berkaitan dengan pemanfaatan yang berkelanjutan, di kawasan tersebut juga sudah terdapat beberapa kelompok pengolah jajanan, pengolah kopi, dan pengrajin batik mangrove yang memanfaatkan bagian mangrove bukan kayunya,” tambahnya.
Pada hari berikutnya, kegiatan kunjungan dilaksanakan di SMC Jateng, Semarang didampingi Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dalam rangka melakukan wawancara serta melihat secara langsung proses pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove di kawasan tersebut.
Kunjungan diawali di Sentra Produk Olahan Mangrove (SPOM) Semarang, tepatnya pada kelompok Srikandi Pantura, yang dikenal sebagai pengrajin batik mangrove dengan memanfaatkan pewarna alami dari limbah buah dan ranting mangrove. Kunjungan disambut langsung oleh Mufidah selaku Ketua Kelompok Srikandi Pantura.
Dalam kesempatan tersebut, tim juga diperlihatkan secara langsung tahapan proses pembuatan batik mangrove, mulai dari proses awal hingga menghasilkan selembar kain batik yang siap dipasarkan. Proses ini menunjukkan bagaimana pemanfaatan mangrove tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kemudian, kegiatan kunjungan dilanjutkan ke Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI), yang merupakan kelompok tani mangrove. Pada kesempatan tersebut, dilakukan wawancara mendalam terkait pengelolaan ekosistem mangrove, mulai dari kegiatan rehabilitasi hingga upaya konservasi yang telah dilaksanakan oleh kelompok tersebut.
Kegiatan kunjungan berjalan dengan baik dan lancar serta menjadi sarana bagi akademisi, IKAMaT, dan masyarakat berdiskusi dan berkolaborasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove di Indonesia. (ADM/ARH/RS/AP).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar