27.2.26

Diskusi Mengenai Program Rehabilitasi, Konservasi, dan Karbon Mangrove di Indonesia, Jurnalis Asal Perancis Kunjungi Kawasan SMC Jateng, Semarang

Semarang - IKAMaT. IKAMaT kembali menerima kunjungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga, masyarakat, organisasi, hingga media, dalam rangka memperkuat diskusi dan kolaborasi terkait pengelolaan kawasan pesisir di Indonesia. Pada kesempatan ini, IKAMaT menerima kunjungan dari jurnalis dokumenter dan fotografi asal Prancis, Sebastian Castelier, untuk berdiskusi mengenai program rehabilitasi mangrove dan pengembangan karbon biru di kawasan pesisir Indonesia sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem pesisir. (18/8/2025).

Kegiatan diskusi dan kunjungan dilaksanakan di kawasan Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) yang disambut oleh perwakilan IKAMaT, yaitu Paspha G. M. Putra (Manajer Keuangan dan Operasional) dan Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan). 

Diskusi dan kunjungan ini juga membahas lebih lanjut mengenai peran berbagai pihak dalam upaya mitigasi perubahan iklim di Indonesia melalui kegiatan rehabilitasi, koservasi, dan karbon mangrove di wilayah pesisir. 

Dalam kesempatan tersebut, pertama-tama Sebastian bertanya mengenai apakah program rehabilitasi dan konservasi mangrove serta program karbon biru sudah banyak berjalan di Indonesia dalam rangka mitigasi perubahan iklim yang terjadi pada saat ini. 

“Kegiatan rehabilitasi dan konservasi mangrove sudah gencar dilaksanakan di Indonesia, karena ternyata manfaat yang ditimbulkan dari ekosistem mangrove sangat banyak, kemudian berkaitan dengan manfaatnya dalam penyerapan dan penyimpanan karbon, mangrove menjadi salah satu ekosistem yang dapat menyimpan karbon lebih banyak dari hutan terestrial,” jelas Paspha. “Maka dari itu, kegiatan rehabilitasi melalui penanaman sudah banyak dilakukan oleh pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat dikarenakan manfaatnya yang sangat besar tersebut. Kegiatan ini juga berkaitan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan dalam rangka bertindak etis dan meningkatkan kualitas hidup komunitas dan lingkungan lokal,” tambahnya. 

Kegiatan dilanjutkan dengan berjalan menyusuri hamparan pesisir di SMC Jateng, Semarang melihat hasil upaya rehabilitasi dan konservasi yang telah dilaksanakan di kawasan tersebut sekaligus berdiskusi mengenai peran berbagai pihak dalam upaya penjagaan pesisir serta mitigasi perubahan iklim di masa ini. 

“Berbagai pihak di Indonesia sudah mulai berkolaborasi dalam rangka penjagaan dan pelestarian ekosistem wilayah pesisir di Indonesia. Setiap pihak memiliki kontribusi masing-masing dan dikolaborasikan dengan harapan wilayah pesisir di Indonesia terjaga dengan baik,” ujar Paspha. “Berkaitan dengan program karbon biru dalam rangka menghadapi perubahan iklim di Bumi, Indonesia masih baru merencanakan dan menyusun strategi yang nantinya akan digunakan melalui beberapa aturan dan dasar dalam pelaksanaannya,” sambungnya. 

Paspha juga menyampaikan bahwa sudah terdapat beberapa pihak yang mencoba untuk melaksanakan program karbon biru melalui kegiatan rehabilitasi dan konservasi di wilayah pesisir Indonesia, sambil menunggu aturan dan dasar dari pemerintah yang masih berkembang dan terus diperkuat sehingga nantinya dapat menjadi dasar yang kuat. 

Kegiatan kunjungan dan diskusi ini berjalan dengan lancar dan baik, kemudian ditutup dengan pengambilan foto dan video berkaitan dengan kawasan pesisir di SMC Jateng, Semarang. (ADM/ARH/PGMP/BJL/AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar