Sebelum dilaksanakan survei lokasi pendahuluan penanaman mangrove di wilayah pesisir, terlebih dahulu dilakukan analisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan data citra satelit sebagai sumber data pengindraan jauh. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan lokasi awal yang berpotensi dan sesuai untuk penanaman mangrove, serta menjadi dasar dalam perencanaan survei lapangan dan pemantauan kondisi ekosistem mangrove secara lebih akurat dan terarah.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB yang diwakili oleh Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Faradian N. Hapsari (Manajer Keuangan dan Operasional). Setibanya di lokasi, kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah mengidentifikasi potensi lokasi seremonial penanaman dan pemantauan mangrove.
Kegiatan dilanjutkan menuju beberapa potensi lokasi penanaman dan pemantauan mangrove. Terdapat beberapa lokasi potensial yang kemudian dilakukan pengambilan parameter lingkungan serta pengamatan lanskap di sekitarnya, yang disesuaikan dengan kesesuaian habitat ekosistem mangrove.
“Hari ini kami melaksanakan survei lokasi seremonial, penanaman, dan pemantauan mangrove di pesisir Desa Muara Gading Mas, Labuhan Maringgai, Lampung Timur,” kata Faradian. “Lokasi yang disurvei meliputi lokasi seremonial sebagai tempat pelaksanaan kegiatan pembukaan, edukasi, serta simbolisasi sebelum kegiatan penanaman dilaksanakan. Selanjutnya, dilakukan survei lokasi penanaman dan pemantauan yang disesuaikan dengan kesesuaian habitat mangrove dan urgensi lokasi untuk dilakukannya rehabilitasi mangrove,” katanya lebih lanjut.
Setelah data parameter lingkungan diambil dan lanskap pesisir diamati, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan foto udara untuk melihat lanskap pesisir secara lebih luas, serta sebagai dokumentasi dan salah satu komponen bahan perencanaan penanaman dan pemantauan.
“Survei hari ini berjalan lancar. Telah dilaksanakan survei pendahuluan lokasi seremonial, penanaman, dan pemantauan mangrove di pesisir Desa Muara Gading Mas, Labuhan Maringgai, Lampung Timur,” ujar Paspha. “Data yang diperoleh dari beberapa potensi lokasi akan dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan. Data tersebut dilengkapi dengan foto udara sebagai bagian dari pengamatan lanskap dan bahan perencanaan. Harapannya, survei pendahuluan ini dapat menjadi awal keberhasilan konservasi ekosistem mangrove, khususnya di Lampung Timur dan secara umum di Indonesia,” jelasnya lebih lanjut.
Kegiatan survei ditutup dengan pengambilan foto pada lokasi-lokasi potensial sebagai data yang akan dipelajari dan disesuaikan dengan tingkat kesesuaian lokasi untuk kegiatan penanaman dan pemantauan mangrove. (ADM/ARH/FNH/AP).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar