2.2.26

IKAMaT Hadiri Undangan FGD Integrated Coastal Zone Management (ICZM) dalam Kebijakan dan Rencana Penataan Ruang Pesisir Pantura Jawa Tengah

Semarang – IKAMaT. IKAMaT menghadiri undangan focus group discussion (FGD), kali ini berkaitan dengan kegiatan Integrated Coastal Zone Management (ICZM) Tahap 2, yaitu penyusunan rekomendasi awal untuk mendukung penataan ruang dan pengelolaan pesisir yang lebih adaptif, berbasis bukti ilmiah, dan berkelanjutan (khususnya di wilayah Pekalongan Raya, Semarang Raya, dan Kabupaten Demak). (16/12/2025). 

Program ini adalah bagian dari Zurich Climate Resilience Alliance (ZCRA) yang merupakan program konsorsium global yang diimplementasikan oleh Mercy Corps Indonesia yang berupaya membangun ketahanan terhadap bahaya iklim, baik dalam konteks pedesaan maupun perkotaan, lewat pendekatan berbasis bentang alam. 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ICZM Tahap 2, pertemuan ini turut menghadirkan sesi lanjutan Forum Penataan Ruang (FPR) yang sebelumnya telah dilaksanakan pada awal November 2025. Forum ini bertujuan untuk memperdalam pembahasan penataan ruang kawasan pesisir berdasarkan temuan awal pelaksanaan ICZM, sekaligus mendorong penyelarasan perspektif antar pemangku kepentingan. 

Dalam kegiatan ini, IKAMaT diwakili oleh Bagus R. D. Angga (Direktur Program). Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan lembaga pemerintah, akademisi, serta Non-Governmental Organization (NGO) yang dilaksanakan di Hotel Aruss, Semarang. 

Kegiatan dibuka dengan sambutan dan pembukaan dari perwakilan Mercy Corps Indonesia dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng). 

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi sesi pagi mengenai: 
1. Penataan Ruang Adaptif Iklim melalui Transformasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di Koridor Pesisir Jateng. 
2. Perlindungan dan Penguatan Ketahanan Lingkungan Pesisir melalui Potret Biodiversitas dan Ekosistem di Jateng. 
3. Arah Integrasi ICZM dalam Kebijakan Pesisir Eksisting: Menjembatani Kebutuhan Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Adaptif. 

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dari materi yang disampaikan pada sesi pagi. 

Setelah sesi istirahat, salat, dan makan (Isama), kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi sesi siang mengenai: 
1. Integrasi Penataan Ruang Laut Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jateng. 
2. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai Instrumen Pengarah Penataan Ruang Adaptif di Kawasan Pesisir Utara. 
3. Ragam Opsi Adaptasi Komunitas Pesisir Berbasis pada Risiko dan Dinamika Lokal sebagai Modal Perencanaan Tata Ruang. 

“IKAMaT berharap program dan konsorsium seperti ini dapat dilaksanakan dengan tujuan membantu pengelolaan pesisir yang lebih terpadu dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat atau terintegrasi dengan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi yang lebih baik ke depannya,” kata Bagus. “Hal ini, sejalan dengan tujuan IKAMaT yang juga berupaya mewujudkan kelestarian ekosistem pesisir dan kemakmuran masyarakat di kawasan pesisir sehingga sejalan dengan program ini,” tambahnya. 

Kegiatan yang diselenggarakan mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan foto bersama. (ADM/ARH/BRDA/AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar