7.11.23

IKAMaT dan PUR Sukses Gelar Sosialisasi dan Training Blok 1 dan 2 Program Penanaman dan Pemantauan Mangrove di Brebes

Brebes - IKAMaT. IKAMaT bekerja sama dengan PUR sukses menggelar Sosialisasi dan Training Blok 1 dan 2 Program Penanaman dan Pemantauan Mangrove di Brebes. Acara yang diselenggarakan di Saung Teras Banyu, Brebes ini, dimulai dengan sambutan, materi, tanya jawab dan penutupan. (4/10/2023).

Kegiatan dihadiri oleh IKAMaT, PUR, KMPHP Mangrovesari - Kaliwlingi, Pokmaswas Garuda Jaya - Grinting, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Brebes dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah, Kabupaten Brebes dengan jumlah sebanyak 50 orang peserta.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan skema pengembangan proyek rehabilitasi mangrove jangka panjang di Brebes, dengan cara membuka wadah diskusi kepada para pegiat mangrove. Dengan demikian, maka diharapkan agar para peserta akan mendapatkan wawasan terkait kegiatan pembibitan, penanaman, pemantauan mangrove dan karbon mangrove serta manfaat lainnya, sebagai hasil dari program perlindungan ekosistem mangrove.

Sigit Prasetya (PUR) dalam sambutannya menjelaskan mengenai PUR dan berharap dapat bekerja sama dengan para pegiat mangrove di Brebes.

“PUR adalah perusahaan dari Prancis yang bergerak di bidang rantai supply dari alam. Proyek yang diinisiasi oleh PUR sudah tersebar secara global dan di Indonesia juga sudah dilakukan di banyak tempat. Salah satunya akan dilaksanakan di Brebes,” kata Sigit. “Besar harapan kami, agar program penanaman dan pemantauan mangrove ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat memberikan banyak manfaat untuk warga pesisir di Brebes,” lanjutnya.

Ganis Riyan Efendi (Direktur Utama) mengatakan bahwa IKAMaT sudah lama menjalin kerja sama dengan para pegiat mangrove Brebes dan berharap kerja sama kali ini dapat kembali berlangsung dengan baik.

“Kerja sama IKAMaT dengan kelompok masyarakat di Brebes sudah terjalin lama. Kali ini, IKAMaT dan PUR akan mengimplementasikan program penanaman dan pemantauan mangrove, berikut peningkatan kapasitas masyarakatnya,” ujar Ganis. “Kami berharap, hasil keluaran dari kegiatan ini, nantinya akan dapat berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya lebih lanjut.

M. Zuhdan (Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Brebes) mengatakan bahwa dia menyambut baik kehadiran IKAMaT dan PUR di Brebes agar dapat membantu permasalahan pengelolaan mangrove di Brebes.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap agar hasil program akan dapat memperluas wilayah mangrove di Brebes," harap Zuhdan. "Selain itu, dampak dari bursa karbon harus nyata untuk masyarakat sebagai pemilik wilayah. Harus pula mengkondisikan waktu penanaman mangrove yang disesuaikan dengan musimnya, agar mangrove berkembang maksimal,” tambahnya.   

Pemaparan Materi
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh IKAMaT. Materi-materi yang disampaikan, yaitu:
1. Pengenalan Program
2. Pemanfaatan Karbon Mangrove
3. Metode Pembibitan, Penanaman dan Pemantauan Mangrove

Pemaparan pertama oleh Bagus Rahmatullah Dwi Angga (Direktur Program) yang menjelaskan mengenai pelaksanaan program, pelibatan masyarakat dan syarat dan ketentuan mengikuti program.

“Program yang akan kita laksanakan termasuk program jangka panjang hingga lima tahun. Pada tahun pertama, kita akan melaksanakan penanaman dan pemantauan 125.000 bibit mangrove. Selanjutnya, kita juga akan mengadakan pemantauan mangrove yang telah ditanam, serta program peningkatan kapasitas kelompok," kata Bagus. “Bagi pemilik lahan yang sekiranya ingin melakukan aktivitas penanaman mangrove, nanti juga akan kami data dan verifikasi,” lanjutnya.

Bagus juga menjelaskan  terkait pemanfaatan karbon mangrove yang akan dilaksanakan setelah program penanaman dan pemantauan 125.000 bibit mangrove. Target persentase kelulushidupan bibit mangrove adalah 70% sehingga dapat disertifikasi nilai karbonnya.

Materi kedua dipaparkan oleh Bambang Jati Laksono (Staf Manajer Humas dan Lapangan) yang menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan upaya rehabilitasi mangrove.

“Kita harus memastikan bahwa buah atau propagul yang akan kita gunakan untuk pembibitan merupakan buah atau propagul yang sudah tua dan bagus. Selain itu, lokasi pembibitan juga perlu diperhatikan, harus berada di lokasi yang dekat sumber air dan dekat dengan lokasi penanaman," jelas Bambang. “Penanaman mangrove juga perlu memperhatikan zonasi dan substratnya, agar mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik,” lanjutnya.

Diskusi, Tanya Jawab dan Penutupan
Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai materi yang telah disampaikan. Supardi (KMPHP Mangrovesari) mengungkapkan rasa terima kasih dan harapannya agar dapat segera melaksanakan program.

“Kami sudah sejak lama bekerja sama dengan IKAMaT. Kami rasa, kegiatan ini pasti akan sangat bermanfaat karena kami akan dapat mengetahui manfaat mangrove sebagai penyerap emisi karbon,” ungkap Supardi. “Semoga program ini dapat berjalan dengan lancar dan semoga kita dapat merasakan manfaatnya,” tambahnya. 

Sugiyono (Pokmaswas Garuda Jaya) juga mengungkapkan rasa terima kasih dan harapannya untuk program kali ini.

“Terima kasih atas undangan sosialisasi dari IKAMaT dan PUR. Semoga melalui program ini, kami dari Pokmaswas Garuda Jaya, Grinting dapat memperoleh wawasan dan ilmu baru yang dapat kami terapkan di lapangan,” ujar Sugiyono.

Keseluruhan acara yang dimulai pada pukul 10.00 - 15.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar, yang ditutup dengan makan siang, kunjungan ke lapangan dan foto bersama. (BJL/ADM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar