8.7.18

Wadahi Alumni KeSEMaT, IKAMaT Bentuk KeAMaT

Semarang - IKAMaT. Sejak pertama kali dibentuk, yaitu pada tanggal 9 Oktober 2001 hingga hampir 17 tahun ini berjalan, KeSEMaT berhasil mengembangkan sistem pengelolaan hutan mangrove di Indonesia dengan sangat baik. Sebagai organisasi mahasiswa tematik mangrove dibawah manajemen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, KeSEMaT membuktikan dirinya sebagai organisasi pemuda terbaik di Indonesia dan di ASEAN.

Mengingat prestasi KeSEMaT yang luar biasa ini dan juga dalam rangka menjaga kontinyuitas program dan kinerjanya, IKAMaT sebagai yayasan mangrove yang merupakan afiliasi dari KeSEMaT, membentuk sebuah wadah komunitas Alumni KeSEMaT (AMaT) yang bernama Keluarga Alumni KeSEMaT (KeAMaT) yang akan mulai beroperasi mulai tahun ini.

Ditemui pada saat acara Halalbihalal Keluarga Besar KeSEMaT, Ganis Riyan Efendi selaku Direktur Program Internal IKAMaT menjelaskan bahwa IKAMaT merasa senang dapat mewadahi para AMaT yang saat ini berjumlah kurang lebih 200 orang.

"KeAMaT akan menjadi wadah silaturahmi dan tentunya berkarya bagi para AMaT yang sudah tersebar ke berbagai bidang profesi di dalam dan luar negeri. KeAMaT juga akan membantu Adik-adik KeSEMaT dan afiliasi mangrove lainnya agar pekerjaan mangrove kami dapat semakin optimal," jelas Ganis.

KeSEMaT, IKAMaT, KeMANGTEER, KeMANGI dan KeAMaT adalah sebuah ikatan yang tak terpisahkan satu dengan lainnya. KeSEMaT adalah organisasi mangrove mahasiswa, IKAMaT adalah yayasan mangrove, KeMANGTEER adalah komunitas relawan mangrove, KeMANGI adalah perusahaan mangrove dan KeAMaT adalah komunitas alumni KeSEMaT.

"Bagaikan pohon mangrove, maka KeSEMaT adalah akarnya, kemudian berturut-turut muncul buah, daun, batang, bunga dan pohonnya secara lengkap," tambah Ganis. "Berakar dari KeSEMaT, kami berlima mencoba menciptakan banyak karya untuk pelestarian hutan mangrove dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir di Indonesia," pungkasnya. (GRE/ADM).