18.4.18

Pengelola Maroon MEP Studi Banding ke Pantai Lestari Karangsong dan Hutan Mangrove Pandansari

Semarang - IKAMaT. Maroon Mangrove Edu Park (Maroon MEP) sebagai tempat ekowisata mangrove yang masih terus berkembang, mengharuskan pengelolanya untuk mendapatkan berbagai macam bentuk ilmu serta pengetahuan, dari berbagai macam sumber. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah program studi banding.

Melalui program ini, pengelola diharapkan mampu belajar dan menduplikasi, bukan hanya dari teori, namun juga melihat praktek langsung pengelolaan dan manajemen dari kelompok yang telah berhasil mengelola sebuah ekowisata berbasis edukasi.

Pada tanggal 9 - 11 April 2018, pengelola Maroon MEP, yaitu CSR PT. Phapros, Yayasan IKAMaT, dan Kelompok Mekar Tani Lindung (METAL) telah melaksanakan studi banding ke Pantai Lestari Karangsong dan Hutan Mangrove Pandansari. Selain itu, pada studi banding kali ini, turut melibatkan Kelompok Bunda Mas sebagai salah satu kelompok pengolah makanan mangrove.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi, memberikan referensi pembelajaran mengenai pengembangan pengelolaan ekowisata dan pengolahan makanan mangrove.

Dalam kegiatan ini, Yayasan IKAMaT diwakili oleh Cahyadi Adhe Kurniawan dan Rohmat Kuslarsono, yang merupakan tim dari program pengembangan Maroon MEP.

Hari pertama, pada pagi hari dimulai dengan perjalanan dari Semarang menuju Indramayu. Pada malam hari, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan Ali Sodikin, Ketua Kelompok Pengelola Pantai Lestari Karangsong. Diskusi diawali dengan perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai Ekowisata Pantai Lestari Karangsong, mulai dari sejarah, latar belakang dan proses pengembangannya, hingga saat ini.

Usai paparan, dilanjutkan dengan tanya jawab. Pada sesi ini, Kelompok METAL sangat aktif bertanya untuk menggali informasi.

Hari kedua, peserta studi banding terbagi menjadi dua tim. Tim pertama, melakukan kunjungan ke Pantai Lestari Karangsong. Kunjungan ini difokuskan untuk Kelompok METAL. Sedangkan tim kedua, melakukan pelatihan pengolahan makanan berbahan dasar mangrove yang difokuskan untuk Bunda Mas.

Studi banding di Pantai Lestari Karangsong ini, berakhir hingga siang hari. Acara dilanjutkan dengan perjalanan menuju Brebes hingga sore hari.

Pada malam hari, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan Mashadi Ketua Kelompok Mangrove Pandansari, Brebes. Hampir sama dengan malam sebelumnya, diskusi diawali dengan perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai Mangrove Pandansari, mulai dari sejarah, latar belakang dan proses pengembangannya, hingga saat ini.

Hari ketiga, seluruh peserta studi banding melakukan kunjungan lapangan ke Wisata Mangrove Pandansari. Kunjungan ini sekaligus sebagai sarana untuk melihat langsung mengenai manajemen pengelolaan wisata mangrove dan pengembangan yang telah dilakukan selama ini.

Harapan dari kunjungan ini nantinya dapat memberikan ilmu dan pengalaman yang dapat diaplikasikan dalam pengembangan wisata berbasis lingkungan, khususnya mangrove. (GRE/RK).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar