SMART merupakan perangkat digital yang digunakan secara luas untuk mendukung kegiatan patroli, pemantauan ancaman, pencatatan data lapangan, dan penyusunan laporan secara terstandar.
GMW merupakan platform pengelolaan data mangrove yang dapat diakses secara terbuka guna mendukung pengelolaan data mangrove di seluruh dunia.
Data dan informasi yang tersedia pada platform tersebut dapat digunakan dalam mendukung kegiatan konservasi dan restorasi mangrove, termasuk untuk pengembangan perencanaan, pemantauan dan evaluasi serta mempromosikan perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan yang berbasis data.
Platform tersebut melengkapi data mangrove yang sudah ada, baik yang dikembangkan oleh pemerintah, maupun pelaku kegiatan konservasi mangrove lainnya.
Dalam pelatihan ini, IKAMaT diwakili oleh Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan).
Pelatihan ini dilaksanakan di Kantor Muslimat Rating Gojoyo, Desa Wedung, serta turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan lembaga pemerintah, akademisi, pihak swasta, kelompok masyarakat di Demak, hingga Non-Governmental Organization (NGO).
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini dibuka di hari pertama dengan penyampaian pengenalan pengantar mengenai SMART dan GMW dan mencoba mengunduh serta memasang aplikasi GMW di gawai dan perangkat yang dibawa peserta yang disampaikan materinya oleh narasumber. Dilanjutkan dengan simulasi aplikasi yang telah diunduh dan dipasang. Pada hari kedua, materi disampaikan berkaitan dengan pengantar praktik lapangan penggunaan SMART dan GMW. Kemudian dilanjutkan dengan transfer data dari SMART Mobile ke desktop untuk pembersihan dan validasi data.
“Kegiatan pelatihan ini memberikan pengetahuan baru bagi kami untuk mendukung pemantauan dan perlindungan ekosistem mangrove berbasis data, sehingga dapat memberikan hasil yang baik dan berkelanjutan,” jelas Bambang. “Semoga dengan adanya platform ini, pemantauan dan perlindungan ekosistem mangrove akan semakin terstruktur dan memudahkan bagi masyarakat luas untuk bersama-sama memantau keadaan ekosistem mangrove,” tambahnya.
Kegiatan yang diselenggarakan di dua hari dimulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini berjalan dengan lancar sebagai upaya dalam mendukung pemantauan dan perlindungan ekosistem mangrove secara efektif dan berkelanjutan. (ADM/ARH//BJL/AP).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar