Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka meninjau hasil penanaman dan pemantauan bibit mangrove yang telah dilaksanakan oleh KPP Mining serta perencanaan program termasuk di dalamnya kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir untuk konservasi ekosistem pesisir dan pengembangan usaha ekonomi alternatif yang berkelanjutan.
Kunjungan ini dilaksanakan oleh KPP Mining yang diwakili oleh Daniel A. Sembara, Bangkit Pratama, dan Isabella L. Anin. Kunjungan pertama dilaksanakan ke kawasan SMC Jateng, Semarang dengan kegiatan utama diskusi berkaitan manfaat rehabilitasi yang telah dilaksanakan dan perencanaan program antara IKAMaT, KPP Mining, dan Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI).
Diskusi berlangsung melalui penyampaian atas dampak yang dirasakan oleh masyarakat dengan adanya kegiatan rehabilitasi di pesisir SMC Jateng, Semarang yang telah dilaksanakan pada tahun 2024 oleh KPP Mining.
IKAMaT diwakili oleh Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Faradian N. Hapsari (Manajer Operasional dan Keuangan), Rena Sagita dan Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), serta Yuzra Novrian (Staf Operasional Media).
Munhamir (KENARI) menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi yang telah dilaksanakan di SMC Jateng, Semarang membantu melindungi wilayah pesisir, yang terancam adanya dampak abrasi dan gelombang yang besar. Kemudian, secara tidak langsung dapat membantu nelayan untuk meningkatkan produktivitas perikanan.
“Dari kegiatan rehabilitasi mangrove yang kami dan mitra laksanakan secara berkolaborasi dapat membantu mengurangi dampak abrasi dan gelombang pesisir yang mengikis wilayah kami di sini. Mangrove yang telah tumbuh juga memberikan udara segar dan hawa sejuk di wilayah kami,” jelas Munhamir. “Selain itu, secara tidak langsung ekosistem mangrove akan meningkatkan produktivitas perikanan yang ada di wilayah pesisir, mengingat ekosistem mangrove merupakan habitat bagi biota pesisir,” tambahnya.
Kemudian, Ferry A. Istiasmara (KENARI) juga menyampaikan bahwa ekosistem mangrove yang telah tumbuh dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai bahan baku produk mangrove bukan kayu, seperti kopi, jajanan, dan batik mangrove di SMC Jateng, Semarang dengan tetap melaksanakan pelestarian ekosistem mangrove tersebut secara berkelanjutan.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Dusun Tambak Gojoyo sebagai tempat pelaksanaan kegiatan rehabilitasi mangrove pada tahun 2025. KPP Mining bersama IKAMaT yang didampingi Kelompok Onggojoyo Jaya meninjau langsung hasil rehabilitasi yang telah dilaksanakan tahun lalu. Mangrove yang ditanam di dalam tambak menjadi tambak budidaya perairan dan perikanan dengan sistem silvofishery.
“Pada hari ini kami mendampingi kegiatan survei dan peninjauan hasil kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan oleh KPP Mining di tahun 2025. Hasil dari kegiatan penanaman mangrove di sini membantu meningkatkan produktivitas perikanan di tambak kami,” tutur Maskur (Kelompok Onggojoyo Jaya). “Skema yang kami laksanakan adalah tambak silvofishery, dengan adanya mangrove di tambak kami, Alhamdulillah semakin hari produktivitas dan hasil harian kami bisa meningkat,” lanjutnya.
Diskusi dan kunjungan berlangsung dengan baik dan lancar, disertai dengan pemberian sembako kepada kelompok tani baik di SMC Jateng, Semarang dan Dusun Tambak Gojoyo, Demak.
Kegiatan diskusi dan kunjungan ini diharapkan dapat menjadi sarana penguatan kolaborasi antar pihak pada pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove. (ADM/ARH/AP).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar