Workshop ini merupakan upaya pemulihan mangrove yang efektif dan berkelanjutan dan memberikan pemahaman kepada para peserta bahwa metode EMR merupakan metode yang dilaksanakan guna menciptakan habitat yang sesuai sehingga mangrove dapat tumbuh dan berkembang secara alami.
Selain itu, para peserta diajak melihat berbagai pengalaman dan pembelajaran dari penerapan metode EMR, termasuk manfaat yang dirasakan masyarakat di setiap sesi yang ada.
Sebagai informasi, EMR merupakan pendekatan rehabilitasi yang berupaya memulihkan kondisi lingkungan agar mangrove dapat tumbuh dan beregenerasi dengan memanfaatkan proses alami.
Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa mangrove memiliki kemampuan untuk memulihkan dirinya apabila hambatan ekologis pada suatu lokasi dapat dikenali dan diperbaiki.
Dalam workshop ini, IKAMaT diwakili oleh Bagus R. D. Angga (Direktur Program) dan Alfian R. Hidayat (Staf Operasional Media). Workshop ini ini dilaksanakan di Royal Hotel, Bogor, serta turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan lembaga pemerintah, akademisi, pihak swasta, kelompok masyarakat, hingga Non-Governmental Organization (NGO).
Kegiatan dibuka dengan sambutan dan pembukaan dari perwakilan Wetlands Internasional Indonesia dan Kasubdit Rehabilitasi Hutan Mangrove, Direktorat Rehabilitasi Mangrove.
Setelah sambutan, kegiatan workshop dilanjutkan dengan kegiatan sesi panel 1 berupa penyampaian materi berkaitan dengan Sinergi Kebijakan dan Riset untuk Pemulihan dan Perlindungan Ekosistem Pesisir yang disampaikan oleh Giri Suryanta (Direktorat Rehabilitasi Mangrove) dan Suyadi (BRIN).
Disampaikan mengenai berbagai kebijakan yang mendukung upaya pemulihan dan perlindungan ekosistem mangrove dan berbagai riset yang mendukung upaya tersebut.
Kemudian, workshop dilanjutkan dengan sesi panel 2 dengan tajuk Pendekatan Metode EMR untu Pemulihan dan Perlindungan Ekosistem Pesisir oleh Aji Nuralam (Wetlands Internasional Indonesia), Nikki Astrida (Yayasan Konservasi Alam Nusantara), dan Yusran Nurdin (Yayasan Hutan Biru).
Dalam sesi ini, dibahas mengenai metode pendekatan EMR yang dilakukan dengan memperbaiki kondisi alami suatu lokasi, dalam rangka mendukung upaya regenerasi secara alami ekosistem mangrove dan cerita sukses keberhasilan dalam pemulihan ekosistem pesisir di berbagai daerah di Indonesia.
“Pendekatan metode EMR ini adalah upaya meningkatkan keberhasilan dari proses pemulihan ekosistem mangrove dengan memperhatikan proses regenerasi alami,” jelas Aji. “Melalui pembentukan atau perbaikan kondisi dan topografi kondisi lingkungan, metode ini akan menciptakan habitat yang sesuai dengan pertumbuhan secara alami untuk mangrove dapat tumbuh dan berkembang tanpa memerlukan penanaman secara langsung,” tambahnya.
Kemudian, workshop dilanjutkan dengan sesi talkshow yang bertajuk Cerita dari Lapangan yang memberikan pengalaman dari setiap pihak, terkhusus kelompok masyarakat yang melaksanakan kegiatan di lapangan secara langsung.
Talkshow disampaikan oleh perwakilan dari PT Global Eco Rescue, Kelompok Onggojoyo Jaya, LPHD Teluk Pambang, Women’s Field School, dan Komunitas Sapat, Inhil Riau.
Kegiatan yang diselenggarakan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini berjalan dengan lancar sebagai upaya dalam mendukung upaya pemulihan dan perlindungan ekosistem mangrove secara efektif dan berkelanjutan. (ADM/ARH/AP).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar