2.3.26

IKAMaT Hadiri Undangan Pelatihan Pembibitan, Penanaman, dan Pemantauan Mangrove di Rembang

Rembang – IKAMaT. IKAMaT kembali diundang dalam kegiatan upaya rehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove di Indonesia, kali ini undangan berasal dari Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara dalam rangka pelatihan pembibitan, penanaman, dan pemantauan mangrove di wilayah pesisir sebagai salah satu rangkaian Program Climate and Ocean Adaptation and Sustainable Transition (COAST) Facility bersama Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) Pemerintah Inggris. (25/2/2026). 

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pasar Banggi, Rembang yang dihadiri oleh berbagai kelompok masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah peserta 80 orang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir melalui solusi berbasis alam. 

Dalam kegiatan ini, IKAMaT diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan). Kegiatan diawali dengan pemaparan materi secara teori oleh Wachana A. Purwanto selaku Ketua Kelompok Sidodadi Maju Desa Pasar Banggi. Ia menyampaikan bagaimana tata cara, proses, dan kiat-kiat pembibitan, penanaman, dan pemantauan berbagai spesies mangrove di wilayah pesisir. 

“Pembibitan dilaksanakan di bedeng persemaian dikarenakan pembibitan yang dilaksanakan di bedeng persemaian akan lebih terjaga dari gangguan hama dan gangguan lingkungan,” jelas Wachana. “Selain itu, pembibitan setiap spesies berasal dari komponen mangrove yang berbeda, Rhizophora berasal dari propagulnya dan Avicennia berasal dari buahnya yang kemudian mucul tunas dari masing-masing tersebut,” tambahnya. 

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembibitan secara langsung di bedeng persemaian sebagai bentuk pembelajaran aplikatif di lapangan. Proses pembibitan diawali dengan persiapan polybag yang diisi dengan substrat sebagai media tanam yang sesuai dengan karakteristik mangrove. 

Setelah itu, propagul atau buah mangrove dipilih berdasarkan kualitasnya, kemudian ditancapkan ke dalam polybag dan disusun rapi di bedeng persemaian untuk proses penyemaian dan perawatan lebih lanjut. 

Dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya menyaksikan prosesnya, tetapi juga terlibat aktif mulai dari pengisian media tanam, penanaman propagul, hingga penataan bibit di area persemaian. 

Melalui praktik langsung tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tahapan teknis pembibitan mangrove, standar kualitas bibit yang baik, serta pentingnya perawatan dan pemantauan sebelum bibit siap ditanam di lokasi rehabilitasi. 

Kegiatan berjalan dengan lancar dan baik yang ditutup dengan foto bersama sebagai penanda telah berakhirnya kegiatan pelatihan, penanaman, dan pemantauan mangrove di wilayah pesisir Indonesia serta sebagai langkah awal upaya penjagaan ekosistem pesisir berbasis alam. (ADM/ARH/ALA/AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar