3.3.26

IKAMaT Hadiri Undangan FGD Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Provinsi Jawa Tengah di Semarang

Semarang – IKAMaT. IKAMaT kembali menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD) berkaitan dengan penyusunan dokumen pemerintahan di tingkat daerah. Kali ini FGD akan membahas mengenai penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) Provinsi Jawa Tengah Periode 2026–2030. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bersama dalam pemanfaatan dan pelestarian beragam ekosistem, jenis prioritas konservasi, serta sumber daya genetik dan jenis unggulan daerah di Provinsi Jawa Tengah dengan melibatkan GIZ-SOLUSI, Burung Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. (24–25/2/2026). 

Kegiatan FGD penyusunan RIP Kehati merupakan tahapan di tingkat provinsi setelah dilaksanakan pada tingkat eks-karesidenan di Jawa Tengah. Pada tingkat provinsi ini FGD dilaksanakan di Hotel Ciputra, Semarang dalam rangka menghimpun pandangan dan gagasan para pihak di Jawa Tengah, dalam merumuskan kebutuhan pengelolaan serta respon yang diperlukan untuk mengatasi kesenjangan. 

FGD diikuti secara luring dan daring dari berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga, komunitas dan kelompok masyarakat, swasta, dan akademisi dari seluruh Indonesia. 

Pada kegiatan ini IKAMaT diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan). 

Kegiatan hari pertama diawali dengan sambutan, pembukaan, dan arahan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa tengah (Bappeda Jateng) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah (DLHK Jateng). 

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil analisis hasil identifikasi tekanan utama dan penggeraknya berdasarkan sintesa hasil desk review dan hasil kegiatan FGD di tingkat eks-karesidenan. 

Dari hasil tersebut, selanjutnya dilakukan identifikasi bersama mengenai perubahan yang diinginkan melalui sistem diskusi kelompok. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana setiap kelompok secara khusus membahas satu bentuk tekanan atau permasalahan yang dihadapi, sehingga pembahasan dapat lebih fokus, mendalam, dan terarah. 

Hasil diskusi tersebut kemudian dikembangkan menjadi sejumlah strategi dan skenario alternatif. Setiap strategi dan skenario dirancang untuk menghasilkan keluaran (output) yang terukur serta outcome yang jelas, sehingga dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan program dan pencapaian perubahan yang diinginkan. Kemudian, ditutup dengan perumusan pernyataan visi jangka panjang bersama yang menandai ditutupnya kegiatan di hari pertama. 

Kegiatan di hari kedua, berisi pembahasan mengenai ringkasan hasil FGD hari ke-1 serta pandangan dari berbagai pihak yang hadir dan tanggapan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Kegiatan ditutup dengan sesi pemaparan dan diskusi mengenai pengelolaan keanekaragaman hayati berbasis Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) di Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian target dan komitmen di tingkat nasional. (ADM/ARH/ALA/PGMP/AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar