Kegiatan pengambilan data dan pemantauan hasil penanaman ini mencakup verifikasi kesesuaian antara jumlah bibit mangrove dan lokasi penanaman dengan rencana serta data penanaman yang telah dilaksanakan sebelumnya. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh bibit yang telah ditanam berada pada titik lokasi yang tepat dan sesuai dengan sebaran yang telah ditetapkan.
Selain itu, pengambilan data dan pemantauan hasil penanaman ini juga menjadi dasar dalam menilai persentase keberhasilan penanaman, mengidentifikasi potensi kehilangan atau kerusakan bibit, serta merumuskan langkah tindak lanjut yang diperlukan guna mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan ekosistem mangrove di lokasi kegiatan.
Sebelumnya, Tim IKAMaT melalui berbagai diskusi bersama PT Djarum, juga memberikan rekomendasi lokasi penanaman mangrove yang didasarkan pada metode survei lapangan secara langsung serta analisis penginderaan jauh untuk penyusunan zona pesisir.
Pendekatan ini dilakukan guna mengidentifikasi karakteristik wilayah yang sesuai bagi pertumbuhan mangrove, seperti kondisi substrat, dinamika pasang surut, dan tingkat keterpaparan terhadap gelombang. Dengan demikian, rekomendasi lokasi penanaman yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan penanaman mangrove yang akan dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, penentuan lokasi penanaman juga mempertimbangkan tingkat keefektifan penanaman mangrove pada area tambak yang telah ada. Pertimbangan ini berkaitan dengan penerapan metode silvofishery, yaitu sistem pengelolaan tambak yang mengintegrasikan kegiatan budidaya perikanan dengan penanaman mangrove.
Melalui pendekatan ini, keberadaan mangrove diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan tambak, menjaga kestabilan ekosistem pesisir, serta mendukung keberlanjutan kegiatan perikanan dan konservasi secara simultan.
Pada pelaksanaan pengambilan data dan pemantauan hasil penanaman tahap II ini, Tim IKAMaT melakukan pengambilan dan pencatatan data terhadap sebanyak 64.000 bibit mangrove tahap II yang ditanam oleh PT Djarum. Kegiatan penanaman tersebut dilaksanakan secara bertahap sehingga proses pengambilan data dan pemantauan hasil penanaman dilakukan untuk memastikan kesesuaian jumlah, lokasi tanam, serta kondisi awal pertumbuhan bibit mangrove sebagai dasar pemantauan dan evaluasi lanjutan.
Tim IKAMaT diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dalam melaksanakan kegiatan pengambilan data dan pemantauan hasil penanaman tahap II ini.
“Pada pengambilan data dan pemantauan hasil penanaman tahap II ini kami memastikan kesesuaian jumlah, lokasi, dan kondisi awal pertumbuhan bibit mangrove yang telah ditanam. Penanaman dilakukan secara bertahap oleh kelompok di wilayah tambak yang sudah diverifikasi keefektifannya,” kata Bambang. “Hasil dari pengambilan data dan pemantauan hasil penanaman ini, digunakan untuk menilai keberhasilan pada saat pemantauan nantinya dan langkah tindak lanjut selanjutnya terhadap penanaman yang telah dilaksanakan,” tambahnya.
Penanaman mangrove oleh kelompok dan pengambilan data dan pemantauan hasil penanaman oleh IKAMaT dilaksanakan secara bertahap untuk kemudian disusun dan dilaporkan kepada PT Djarum. (ADM/ARH/BJL/AP).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar