30.1.26

Praktik Pemanfaatan Berbasis Ekosistem Mangrove, IKAMaT Dampingi Pelatihan Pengolahan Kopi Mangrove di Pulau Pagerungan Besar, Sumenep, Jawa Timur

Semarang - IKAMaT. IKAMaT kembali sukses melaksanakan implementasi salah satu pilar utamanya, yaitu kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam pelestarian dan pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktik baik yang telah dilaksanakan di Sentra Produksi Olahan Mangrove (SPOM) Semarang. (8–10/12/2025). 

Dalam kegiatan ini, IKAMaT bersama KeSEMaT mendampingi kelompok binaan KeSEMaT, yaitu Arjuna Berdikari, yang diwakili oleh Ferry A. Istiasmara selaku Ketua Kelompok Pengolah Kopi Mangrove Arjuna Berdikari, sebagai trainer pelatihan dalam pelaksanaan pelatihan pengolahan kopi mangrove di Pulau Pagerungan Besar, Sumenep, Jawa Timur.  

Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd. dalam Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Satuan Kelompok Kerja Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) KEI Tahun 2025. 

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang yang berasal dari karang taruna di Pulau Pagerungan Besar dan pulau di sekitarnya, yaitu Karang Taruna Persada Desa Sadulang, Karang Taruna Laskar Obor Desa Pagerungan Besar, serta Karang Taruna Bina Muda Berkarya (Bimkar) Desa Pagerungan Kecil. Pendampingan diwakili oleh Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) dan M. Faris Rahman (KeSEMaT). 

“Kegiatan pendampingan pelatihan pengolahan kopi mangrove dilaksanakan selama tiga hari, dimulai pada hari Senin, 8 Desember 2025, yang diawali dengan perjalanan dari Kota Semarang menggunakan kereta menuju Kota Surabaya, kemudian dilanjutkan dengan pesawat kecil dari Kabupaten Sumenep, Madura, menuju Pulau Pagerungan Besar,” jelas Anggoro. “Selanjutnya, pada hari kedua, Selasa, 9 Desember 2025, dilaksanakan kegiatan utama berupa pelatihan pengolahan kopi mangrove oleh Bapak Ferry, serta pada hari Rabu, 10 Desember 2025, dilakukan perjalanan kembali ke Kota Semarang,” tambahnya. 

Pelatihan pengolahan kopi mangrove ini bertujuan untuk memperkenalkan cara mengolah hasil ekosistem mangrove bukan kayu, khususnya buah mangrove menjadi kopi mangrove, agar dapat dimanfaatkan secara bijak dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat serta membuka peluang peningkatan pendapatan melalui pengembangan produk ekonomi alternatif berbasis ekosistem mangrove. 

Ferry menjelaskan bahwa proses preparasi buah mangrove hingga menjadi kopi mangrove dimulai dengan memotong buah mangrove jenis Rhizophora mucronata menjadi ukuran kecil. Selanjutnya, potongan buah tersebut perlakuan perendaman menggunakan abu gosok untuk menghilangkan kadar getah dan tanin. Setelah proses perendaman, buah mangrove dijemur atau dikeringkan guna mengurangi kadar air, kemudian dilanjutkan dengan proses sangrai, hingga akhirnya siap dicampur dengan bubuk kopi dengan perbandingan campuran terbaik sehingga menjadi kopi mangrove menjadi cita rasa yang khas. 

“Harapannya, pelatihan ini dapat memberikan manfaat dalam pengembangan dan pemanfaatan hasil hutan mangrove bukan kayu menjadi produk serta usaha alternatif bernilai tambah di Pulau Pagerungan Besar dan pulau sekitarnya melalui program kolaborasi IKAMaT dan KEI ini,” kata Ferry. “Saya juga melihat antusiasme dan semangat para pemuda karang taruna yang mengikuti kegiatan pelatihan ini. Semoga hal tersebut menjadi keterampilan dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya. 

Seluruh kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar dan antusias dari awal hingga akhir, kegiatan pelatihan ditutup dengan foto bersama para peserta dan pendamping. (ADM/ARH/AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar