29.1.26

Diskusi Berkaitan Nature-Based Solution, Mahasiswa Tugas Belajar dan Peneliti dari BRIN Kunjungi IKAMaT


Semarang – IKAMaT. IKAMaT kembali menerima kunjungan di Sekretariat IKAMaT, kali ini dari mahasiswa tugas belajar sekaligus peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kunjungan ini dalam rangka berdiskusi terkait Nature-Based Solutions (NBS) dan pelaksanaan NBS yang telah dilaksanakan oleh IKAMaT melalui program-program yang telah dilaksanakan di wilayah pesisir Indonesia. (24/12/2025). 

Dalam pertemuan ini, mahasiswa tugas belajar tersebut, antara lain Irina Rafliana yang merupakan Mahasiswa Posdoktoral The University of Bonn, Germany dan Abdul Fikri Angga Reksa Mahasiswa Doktor The University of Bonn, Germany. Irina dan Abdul menyampaikan ucapan terima kasih karena telah diterima di Sekretariat IKAMaT dengan hangat. 

Mereka berharap dapat berdiskusi banyak bersama IKAMaT mengenai NBS dan pelaksanaan serta implementasi NS yang telah dilaksanakan oleh IKAMaT dan unit bisnis serta afiliasinya. Hal ini dalam rangka melaksanakan kegiatan riset lapangan mengenai penelitian mereka berkaitan dengan NBS.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Bagus R. D. Angga (Direktur Program), Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan), dan Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan). 

Dalam sesi diskusi, Bagus dan Paspha memaparkan secara komprehensif berbagai kegiatan dan program NBS yang telah dijalankan oleh IKAMaT, termasuk peran unit bisnis serta afiliasi yang mendukung implementasinya di lapangan. Program NBS IKAMaT dirancang sebagai pendekatan berbasis ekosistem untuk menjawab tantangan lingkungan pesisir sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. 

Pelaksanaan NBS tersebut berlandaskan pada empat pilar utama IKAMaT, yakni pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove, pemberdayaan masyarakat pesisir melalui peningkatan kapasitas dan penguatan ekonomi lokal, riset mangrove sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data, serta pengembangan industri kreatif berbasis mangrove yang berorientasi pada keberlanjutan. Melalui keempat pilar ini, IKAMaT berupaya mewujudkan solusi alam yang terintegrasi, adaptif, dan berdampak jangka panjang bagi ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat. 

“Beberapa penerapan dan implementasi NBS yang dilaksanakan oleh IKAMaT adalah kegiatan rehabilitasi dan konservasi serta riset berbasis ekosistem mangrove yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia,” jelas Bagus. “Selain itu, pemberdayaan masyarakat pesisir juga dilaksanakan dengan memperhatikan solusi berbasis alam dengan menghasilkan diversifikasi produk yang ramah lingkungan dengan tetap memperhatikan kesetaraan gender di masyarakat pesisir,” lanjutnya. 

Paspha menambahkan bahwa selain dilaksanakan rehabilitasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir. IKAMaT dan unit bisnis serta afiliasinya terus mendorong dan mendukung berkaitan dengan pengembangan industri kreatif berbasis mangrove sebagai sarana edukasi dan kampanye mengenai pentingnya ekosistem pesisir dan masyarakat di dalamnya. 

Agape juga menyampaikan bagaimana pengalaman KeSEMaT mendampingi masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat pesisir yang sudah dimulai tahun 2012. Warga binaan KeSEMaT hingga saat ini antara lain, Srikandi Pantura yang berfokus pada olahan batik mangrove, Bina Citra Karya Wanita yang berfokus pada olahan jajanan mangrove, dan Arjuna Berdikari yang berfokus pada kopi mangrove. 

Seluruh agenda diskusi dan pertemuan yang dimulai pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini berjalan dengan lancar dan sukses, yang diakhiri dengan foto bersama. (ADM/ARH/AP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar