Survei dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Dukuh Belukbuk, Desa Pantai Bahagia dan Ujung Beting, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Kegiatan survei dilakukan dengan tujuan untuk meninjau dan menilai kesesuaian lokasi berdasarkan kondisi biofisik dan non-biofisik ekosistem mangrove, serta urgensinya dalam mendukung program konservasi dan rehabilitasi dilengkapi dengan pendokumentasian foto udara dan lanskap.
Selain melakukan penilaian teknis, IKAMaT juga berkunjung, bersilaturahmi, dan berdiskusi bersama kelompok dan pihak-pihak terkait mengenai upaya konservasi ekosistem mangrove di masa mendatang. Dalam hal ini, IKAMaT dan PT PGN Tbk berkomunikasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Aliansi Pemuda-Pemudi Bahagia Tangguh (ALIPBATA) yang diketuai oleh Aca Sugianto.
Hasil survei ini akan menentukan lokasi prioritas untuk program pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove. Lokasi yang dinilai potensial dan memiliki urgensi tinggi diharapkan mampu memberikan dampak positif secara ekologis, ekonomis, dan sosial, sekaligus memperkuat upaya konservasi ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Kegiatan dimulai pada hari Kamis, 20 November 2025 pukul 10.00 WIB yang diwakili oleh Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Alfian R. Hidayat (Staf Operasional Media), Foury Krisyunanto (PT PGN Tbk), dan Rikrik Gantina (PT PGN Tbk).
“Kegiatan survei lokasi potensial yang dilaksanakan di Muara Gembong, Bekasi ini dilaksanakan untuk mengetahui kondisi dan kesesuaian lokasi untuk kegiatan pendampingan penanaman dan pemantauan bibit mangrove bersama PT PGN Tbk mendatang. Selain itu, kami juga berdiskusi bersama Pokdarwis ALIPBATA di Muara Gembong ini,” ujar Paspha. “Harapannya dari survei ini didapatkan lokasi yang sesuai untuk dilaksanakan kegiatan penanaman dan pemantauan,” tambahnya.
Kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah survei lokasi pertama di titik lokasi Dukuh Belukbuk yang berada di belakang pemukiman warga yang sebelumnya merupakan tambak yang telah terabrasi. Kemudian, dilanjutkan dengan survei ke titik lokasi kedua di Ujung Beting yang ditempuh dengan perahu dengan waktu dengan karakteristik berada dekat dengan lautan, tetapi masih terlindung pohon mangrove di depannya, kedua lokasi ini memiliki karakteristik yang sesuai untuk kegiatan rehabilitasi dengan substrat berupa lumpur.
Setelah dilakukan survei, IKAMaT, PT PGN Tbk, dan Pokdarwis ALIPBATA berdiskusi mengenai lokasi yang telah disurvei.
“Harapannya dengan kegiatan survei dan penanaman bibit mangrove nantinya, PT PGN Tbk dapat membantu mengurangi dampak abrasi dan intrusi air laut di Muara Gembong ini, sekaligus upaya untuk menyelamatkan kawasan pesisir yang rawan bencana,” harap Rikrik (PT PGN Tbk). “Terdapat beberapa lokasi yang dinilai potensial untuk kegiatan konservasi ekosistem mangrove di Muara Gembong ini, harapannya kegiatan ini dapat dilaksanakan di tahun-tahun yang akan datang secara berkelanjutan,” jelasnya lebih lanjut.
Kegiatan survei ditutup dengan pengumpulan informasi dan pendokumentasian sebagai data yang akan dipelajari dan disesuaikan dengan kesesuaian lokasi kegiatan konservasi ekosistem mangrove, khususnya penanaman dan pemantauan mangrove. (ADM/ARH/PGMP/AP).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar