Training ini diadakan oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), IPB University di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor dan field work di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, yaitu swasta, Non-Governmental Organization (NGO), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan perorangan. Jumlah peserta yang mengikuti training ini berjumlah 20 orang.
"Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 20 orang dan berasal dari berbagai latar belakang," kata Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan). "Peserta terdiri atas perwakilan dari sektor swasta, NGO, SKPD, serta individu dari berbagai daerah di Indonesia," tambahnya.
Kegiatan training dilaksanakan selama lima hari. Hari pertama dan kedua dilaksanakan pembelajaran mengenai blue carbon di ruangan, di hari ketiga dan keempat dilaksanakan field work berupa pengambilan data lapangan blue carbon di ekosistem mangrove dan padang lamun di wilayah Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Materi pelatihan hari pertama dan kedua disampaikan oleh para ahli di bidangnya, yaitu instruktur, pemateri, dan fasilitator. Materi yang diberikan meliputi:
1. Pengantar Pelatihan: Status dan Roadmap Implementasi Blue Carbon - Proses Capacity Building oleh Dr. M. Arsyad Al Amin.
2. Peluang, Tantangan, dan Prospek Blue Carbon Action Plan dalam Proyek Blue Carbon ke depan oleh Dr. I Wayan Susi Darmawan.
3. Pengantar & Metode Inventarisasi Ekosistem Blue Carbon: Mangrove oleh Dr. Dadan Mulyana.
4. Pengantar & Metode Inventarisasi Ekosistem Blue Carbon: Lamun oleh Wawan Kiswara, M.Sc.
5. Teknik dan Metode Plotting serta Penentuan Sampel dalam Blue Carbon Assessment oleh Muhammad Ridwan, S.Hut.
6. Metode Blue Carbon Accounting: Mangrove oleh Muhammad Ridwan, S.Hut.
7. Metode Blue Carbon Accounting: Lamun oleh Dr. Agustin Rustam.
8. Analisis Spasial dalam Blue Carbon Assessment oleh Bukti Bagja, S.Hut., M.Si.
9. Metode Asesmen Karbon Tanah pada Ekosistem Blue Carbon oleh Dr. Virni Budi Arifanti.
10. Mangrove and Seagrass Reference Emission Level (FRELL/SRELL) oleh Dr. I Wayan Susi Darmawan.
Pada hari ketiga dan keempat, para peserta training melaksanakan field work pengambilan data dan asesmen blue carbon ekosistem mangrove dan padang lamun di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Perjalanan dilaksanakan dari Bogor ke Jakarta menggunakan bus dilanjutkan dengan kapal cepat ke Pulau Pari.
“Pada hari ketiga dan keempat saya melaksanakan pengambilan data dan asesmen blue carbon di Pulau Pari. Ekosistem yang datanya diambil adalah ekosistem mangrove dan padang lamun,” kata Paspha. “Kami bermalam di Pulau Pari selama satu malam setelah pengambilan data ekosistem mangrove, dan pada hari berikutnya dilanjutkan pengambilan data di ekosistem padang lamun,” lanjutnya.
Pada hari kelima, data yang telah didapatkan dari lapangan kemudian dianalisis dan dilakukan simulasi hasil oleh para peserta yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Hasil analisis data diintepretasikan dan dipresentasikan setelah analisis data selesai.
Pada akhir training, terdapat pemberian arahan dari Kementerian Kelautan dan Peikanan (KKP) untuk program blue carbon kedepannya dan apresiasi atas terlaksananya training blue carbon ini yang merupakan training paling maju di Asia Tenggara.
“Saya sangat senang dapat belajar mengenai penghitungan karbon di ekosistem mangrove. Semoga ilmu yang saya dapatkan selama training ini, bisa saya bagikan dan terapkan untuk membantu menilai kondisi komunitas dan membantu konservasi mangrove di Indonesia,” harap Paspha.
Keseluruhan acara berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup oleh MC dan dilanjutkan dengan foto bersama. (ADM/ARH/PGMP/AP).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar