12.7.23

Belajar Pengolahan Aneka Produk Mangrove Bukan Kayu, GIZ Jerman Studi Banding ke Area Kerja IKAMaT di SMC Jateng

Semarang - IKAMaT. IKAMaT menerima kunjungan dan studi banding dari Karlina F. Kartika (The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit - GIZ). GIZ merupakan badan Pemerintah Jerman untuk memberi kemudahan bantuan pembangunan, mengembangkan kapasitas dan menyediakan layanan di luar negeri.

Tujuan dari kegiatan ini adalah, GIZ ingin belajar mengenai pengolahan aneka produk mangrove bukan kayu dan skema pengembangan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan IKAMaT dan manajemen pengelolaan warga binaan yang dirintis KeSEMaT di Semarang Mangrove Center (SMC) Jawa Tengah (Jateng) untuk diaplikasikan ke Tanjung Selor, Kalimantan Utara. (27/6/2023).

Pada kesempatan ini, Bambang Jati Laksono (Staf Manajer Humas) dan Faradian Nurul Hapsari (Manajer Operasional) mendampingi Karlina mengunjungi kediaman Mufidah (Ketua Kelompok Srikandi Pantura dan Bina Citra Karya Wanita) yang mengolah batik dan jajanan dari limbah propagul dan tepung buah mangrove.

Mufidah berbagi pengalamannya dalam mengolah jajanan dan batik dari mangrove, sejak tahun 2012. Karlina terlihat antusias pada saat mendengarkan penjelasan mengenai hal tersebut, sembari mencicipi cendol mangrove yang dihidangkan.

“Cendol ini berasal dari tepung buah mangrove jenis Lindur. Buah Lindur kami rendam dan cuci bersih untuk menghilangkan rasa pahitnya, kemudian kami giling untuk mendapatkan tepungnya,” terang Mufidah. “Tepung mangrove ini, tak hanya bisa diolah menjadi cendol saja, melainkan kerupuk, stik, bolu, mie dan lain-lain, yang kemudian kami jual. Untuk batik, kami menggunakan propagul mangrove yang busuk dan sudah jatuh ke tanah. Kami rebus propagul itu, kemudian kami jadikan pewarna alami dari mangrove yang ramah lingkungan,” terangnya lebih lanjut.

Studi banding dilanjutkan ke kediaman Ferry Agung Istiasmara (Ketua Kelompok Arjuna Berdikari) yang mengolah kopi mangrove. Ferry menyampaikan bahwa kopi mangrove yang diolah bersama dengan kelompoknya merupakan minuman serbuk kopi Robusta yang ditambahkan dengan serbuk mangrove dari buah mangrove jenis Rhizophora, dengan perbandingan 1:1.

“Lebih nikmat diminum tanpa gula agar lebih terasa keunikannya. Kopi mangrove kami, cocok sekali untuk menambah vitalitas pria, makanya sering disebut sebagai kopi malam Jum’at,” tutur Ferry.  

Karlina menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan ketiga produk olahan dari mangrove tersebut di Tanjung Selor, mengingat keunikan dan prospek kedepannya yang cerah.

“Kami tertarik mengembangkan kopi, batik dan jajanan mangrove yang sudah dikembangkan oleh warga binaan KeSEMaT di SMC Jateng ke Tanjung Selor, agar masyarakat di sana lebih mengerti mengenai mangrove yang memiliki banyak manfaat dari sisi ekonomi,” ungkap Karlina.

Kunjungan dilanjutkan menuju kediaman Anwar (Ketua Kelompok KENARI) yang membagikan pengalamannya selama bekerja sama dengan IKAMaT dan KeSEMaT dalam hal pembibitan, penanaman dan pemantauan mangrove, yang dilakukannya di SMC Jateng.

“Pembibitan mangrove di SMC Jateng kami lakukan secara alami, dengan cara menggunakan pohon indukan sebagai naungannya. Penyiramannya juga alami, hanya mengandalkan pasang surut air laut,” jelas Anwar. “Kami hanya mengawasi pertumbuhan bibit mangrove dari serangan serangga dan kepiting,” jelasnya lebih lanjut.

Anwar juga menambahkan bahwa untuk penanaman mangrove di tambak, dia tidak mempermasalahkan karena mangrove sangat diperlukan di kawasan tambak. Ini dikarenakan manfaat mangrove yang mampu menjadi daerah pemijahan (spawning ground), asuhan (nursery ground) dan mencari makanan (feeding ground).

Studi banding dilanjutkan ke Sekretariat IKAMaT. Karlina diterima secara langsung oleh Ganis Riyan Efendi (Direktur Utama) dan berdiskusi seputar proyek GIZ di Indonesia yang terkait dengan pengelolaan kawasan mangrove di pesisir.

"Senang sekali dapat bertemu Mbak Karlina yang berbagi dengan kami mengenai beberapa proyek GIZ di Indonesia yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove di Kalimantan Utara," kata Ganis. "Terbuka lebar kerja sama kedepannya antara IKAMaT dengan GIZ untuk membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di pesisir Indonesia," lanjutnya.  

Keseluruhan kegiatan yang dimulai dari pagi hingga malam hari ini, berjalan dengan baik dan lancar yang diakhiri dengan makan malam dan foto bersama. (ADM/BJL).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar