26.4.15

Abrasi Ancam Ekosistem Mangrove di Kabupaten Gresik

Gresik - IKAMaT. Seiring dengan aktivitas perekonomian di wilayah pesisir yang semakin pesat, semakin banyak penduduk yang bermukim di wilayah tersebut. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dan aktivitas perekonomian yang semakin pesat menambah beban terhadap wilayah pesisir sehingga kawasan pesisir merupakan kawasan yang rentan terhadap kerusakan baik kerusakan ekosistem, maupun kerusakan fisik pantai.

Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ekosistem mangrove untuk kehidupan pesisir khususnya menambah faktor kerusakan mangrove di Indonesia khususnya. Atas dasar itu, pada tanggal 7- 8 April 2015, Tim dari Yayasan IKAMaT yang beranggotakan Muhammad Faisal Rachmansyah (Direktur Utama), Rohmat Kuslarsono (Direktur Desain Kreatif) dan Susi Rusmiati (Manajer Administrasi) bersama tim peneliti dari KeSEMaT melakukan pendataan ekosistem mangrove di Desa Banyuurip dan Desa Tajung Widoro Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Pendataan yang dilakukan bersama Kementerian Kelautan Perikanan, Jakarta ini dalam rangka Penyusunan Rancangan Teknis Rehabilitasi Mangrove yang selanjutnya akan dilakukan kegiatan rehabilitasi mangrove.

Pendataan ekosistem dan kondisi kesesuaian lahan mangrove ini perlu dilakukan untuk mengetahui potensi bibit mangrove, faktor kerusakan dan calon lokasi rehabilitasi mangrove agar bibit mangrove yang ditanam memiliki kelulushidupan yang tinggi.

Selain itu, tim juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gresik dan Kelompok Masyarakat Pesisir setempat agar semua stakeholder merasa terlibat dalam upaya penyelamatan ekosistem mangrove. Keterlibatan masyarakat juga penting dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk ikut dan mengetahui jenis- jenis mangrove yang ada di daerahnya sendiri, khususnya.