26.12.23

BRIN Temui IKAMaT Bahas Riset Ekonomi Sirkular

Semarang - IKAMaT. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan kerja ke IKAMaT dalam rangka riset ekonomi sirkular di tiga kota di Indonesia, yaitu Semarang, Jakarta dan Surabaya. (8/12/2023). Ekonomi sirkular merupakan model ekonomi yang melibatkan produk dan bahan yang dirancang untuk digunakan kembali, diproduksi ulang, didaur ulang atau dipulihkan dan dipertahankan dalam kegiatan ekonomi, selama mungkin.

Sebagai informasi, selama ini, manusia cenderung menerapkan skema sistem ekonomi linear yang didasarkan pada penggunaan bahan mentah yang diproduksi menjadi barang konsumsi dan berakhir pada limbah. Untuk itulah, maka permasalahan lingkungan sebagai akibat dari perubahan iklim yang diakibatkan dari rantai produksi dan konsumsi berbasis ekonomi linier tersebut, menjadi salah satu permasalahan utama masyarakat dunia saat ini, yang berimbas pada kondisi lingkungan di Indonesia.

Saat ini, kota-kota besar di Indonesia masih dalam masa dari transisi ekonomi linier menuju ekonomi sirkular.

BRIN diterima langsung oleh jajaran direksi IKAMaT di sekretariat IKAMaT, Semarang. Pada kesempatan ini, BRIN menjelaskan bahwa mereka sedang mengerjakan proyek riset berjudul Studi Potensi Transformasi Wilayah Perkotaan Menuju Kota Sirkular sebagai Basis Pembangunan Kota Berkelanjutan di Indonesia.

BRIN juga menambahkan bahwa riset ekonomi sirkular yang mereka kerjakan merupakan riset panjang selama tiga tahun. Tahun pertama akan fokus ke pangan, selanjutnya sampah dan energi pada tahun terakhir.

Pada tahun pertama, BRIN akan melakukan riset mengenai pasok pangan, pengurangan dan pengelolaan limbah pangan, aktivitas urban farming, pangan lokal dan pengelolaan sampah kemasan.

Mereka melakukan wawancara secara langsung dengan IKAMaT, berkaitan dengan produk-produk olahan mangrove bukan kayu yang dikembangkan oleh salah satu unit bisnis IKAMaT, yaitu KeMANGI. BRIN menganggap bahwa IKAMaT sudah memiliki banyak pengalaman mengenai praktik penerapan ekonomi sirkular di kawasan pesisir Indonesia dengan pengembangan produk olahan mangrove bukan kayu menjadi batik, jajanan dan kopi mangrove.  

"Berkaitan dengan pangan lokal, maka afiliasi mangrove kami, yaitu KeSEMaT sudah berhasil membentuk warga binaan di SMC Jateng sejak tahun 2012," kata Ganis Riyan Efendi (Direktur Utama). Saat ini, bahkan mereka sudah bisa mandiri dalam melakukan pengolahan produk olahan mangrove bukan kayu, yaitu batik, jajanan dan kopi mangrove," lanjutnya.

Agape Lista Anthoni (KeSEMaT) menambahkan bahwa pemasaran ketiga produk mangrove tersebut juga sudah terintegrasi dengan baik.

"Kami mendirikan toko daring dan luring. Kami juga memiliki situs-web sendiri yang menjual produk batik, jajanan dan kopi mangrove kami bernama KeMANGI," jelas Agape. "Selain itu, kami juga aktif menjualnya di lokapasar, juga pameran-pameran tingkat lokal dan nasional. Beberapa produk mangrove kami bahkan sudah terjual ke luar negeri, seperti ke Malaysia, Thailand, Filipina, Australia bahkan Belanda," jelasnya lebih lanjut.

Aris Priyono (Direktur Teknologi Informasi) menyatakan bahwa skema ekonomi sirkular sangat penting pada masa sekarang, dimana bumi sudah banyak terdampak dari aktivitas pembangunan industri di masa lalu.

"Produk-produk olahan mangrove bukan kayu yang kami kembangkan adalah bukti nyata bahwa kami sudah menerapkan sistem ekonomi sirkular. Produk-produk ini ramah lingkungan karena kami membuatnya dengan skema budi daya dan memanfaatkan limbah mangrove sehingga dapat dimanfaatkan secara terus menerus," jelas Aris. "Produk-produk ini juga sudah melalui proses panjang sebelum dipasarkan. Kami juga sudah meneliti kandungan gizi, kelayakan pangan hingga pengurusan perizinan P-IRT dan sertifikasi halal dari pemerintah," lanjutnya.

Dengan skema adaptasi dan ketahanan pangan, maka IKAMaT dan unit bisnis serta afiliasi mangrovenya sukses menerapkan sistem ekonomi sirkular sehingga berhasil meningkatkan roda perekonomian masyarakat pesisir. 

Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 16.00 - 18.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang diakhiri dengan foto bersama. (FNH/AP/ADM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar