22.2.18

Kembangkan Aplikasi Identifikasi Mangrove, IKAMaT Gandeng Start Up Corner UNDIP

IKAMaT - Semarang. Era digital saat ini, telah membuat segala bentuk kebutuhan dapat terpenuhi dengan bantuan gadget (smartphone). Hal ini mendorong aktivitas manusia mulai bergeser dari konvensional menuju ke arah digital. Sebagai seorang mangrover yang rutin berkunjung ke hutan mangrove, maka kegiatan mengidentifikasi jenis mangrove adalah salah satu hal yang sangat sangat penting untuk dilakukan.

Namun, karena keterbatasan alat dan pengetahuan dalam mengenali jenis mangrove setiap orang yang berbeda-beda, maka keakuratan data identifikasi mangrove dirasa belum optimal. Terlebih bagi orang awam, yang belum banyak mengetahui jenis-jenis mangrove. Ketakutan akan terjadinya kesalahan identifikasi yang dapat menyebabkan ketidakakuratan data jenis mangrove di Indonesia bahkan dunia, selalui menghantui.

Sebagai informasi, jenis mangrove yang terdapat di Indonesia, tercatat lebih dari 200 jenis. Atas dasar tersebut, maka IKAMaT bekerja sama dengan Start Up Corner UNDIP berencana akan mengembangkan aplikasi yang dapat membantu dalam melakukan identifikasi mangrove.

Nantinya, bagi mangrover yang menemukan pohon mangrove saat sedang mangroving, kemudian ingin mengetahui jenisnya, maka aplikasi identifikasi mangrove ini yang akan dapat mempermudah proses identifikasinya.

Aplikasi yang rencana pengembangan awalnya akan berbasis Android dan dapat di-download di Play Store ini, fokus pada jenis mangrove mayor, minor dan asosiasi.

"Kami sudah bertemu tim Start Up Corner UNDIP kemarin (20/2/18), dan aplikasi ini akan menjadi sebuah alat bantu bagi semua kalangan yang ingin mengetahui jenis mangrove yang ditemukan dengan mudah melalui smartphone, berikut koordinat lokasinya. Kami berharap, aplikasi ini akan dapat segera terwujud," ujar Ganis R. E., selaku Direktur Program Internal. "Dalam pembuatannya, kami mengkolaborasikan tim ahli IT dari Start Up Corner UNDIP dengan tim ahli identifikasi mangrove yang kami miliki, yaitu para peneliti dan surveyor mangrove dari Alumni KeSEMaT atau AMaT," tambahnya.

M. Faisal R. selaku Dirut IKAMaT berharap agar aplikasi ini akan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh semua kalangan, demi membantu masyarakat yang kesulitan dalam melakukan identifikasi mangrove.

"Jadi, saya pikir kolaborasi kami dengan UNDIP dan AMaT ini akan sangat unik," ungkapnya. "Kita tunggu saja hasilnya, dalam beberapa bulan ke depan. Jangan lupa download di Playstore, ya," pungkasnya. (DF/ADM).