4.6.15

DKP Mimika dan IKAMaT Gelar Pelatihan Mangrove di Semarang

Semarang - IKAMaT. Pada tanggal 4 Mei 2015, mulai pukul 10.00 - 16.00 WIB, kegiatan Pelatihan Penguatan Kearifan Lokal Bagi Masyarakat Pesisir Mimika Dalam Rangka Pengelolaan Ekosistem Mangrove hari pertama dimulai. Kegiatan diselenggarakan di Wisma Pemda Jawa Tengah, Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta pelatihan dari dinas dan warga Mimika, Papua.

Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh M. Faisal Rachmansyah selaku Dirut IKAMaT yang mengungkapkan rasa bangganya dapat bekerjasama dengan DKP Kabupaten Mimika, Papua.

"Senang sekali bisa bekerjasama dengan DKP Mimika, Papua, terutama bertemu dengan Kadin dan Bapak/Ibu DKP Mimika, juga warga pesisir Papua. Selamat datang di Semarang," ujarnya.

Sambutan dilanjutkan oleh Kadin DKP Kabupaten Mimika yang menjelaskan mengenai kondisi pesisir Mimika dan keinginannya untuk banyak belajar dari IKAMaT dan afiliasi mangrovenya yang dinilai berhasil mengelola kawasan mangrove dan pesisir di Semarang.

Kegiatan diteruskan dengan presentasi dari Dirut IKAMaT mengenai hasil penelitian mangrovenya di Semarang dan Papua, untuk mengenalkan kondisi ekosistem mangrove di dua kota yang memang sangat jauh berbeda.

"Di Semarang, kondisi hutan mangrovenya sudah rusak, berbanding terbalik dengan Papua yang relatif masih baik. Untuk itu, warga Mimika wajib menjaganya," jelasnya.

Setelah istirahat dan makan siang, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Ir. Siswanto mewakili DKP Semarang yang menjelaskan mengenai kebijakan, juga kondisi terkini ekosistem mangrove Semarang, lengkap dengan beragam permasalahannya.

"Di Semarang, memang mangrovenya sudah banyak yang rusak, untuk itulah banyak inisiasi pencegahan seperti pembentukan kelompok-kelompok kerja mangrove," katanya.

Pada saat sesi diskusi dan tanya jawab, banyak dibicarakan mengenai solusi permasalahan mangrove di Papua dan tukar informasi mengenai pembibitan, pengelolaan mangrove dan pemberdayaan masyarakat dan sebagainya. Kegiatan hari pertama ditutup dengan pemberian plakat, kenang-kenangan dan foto bersama.