31.5.15

Press Release Pelatihan Penguatan Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Mimika

Semarang - IKAMaT. Keberadaan ekosistem mangrove di Kabupaten Mimika masih dalam kondisi stabil dan sempurna, tapi bukan berarti bahwa ekosistem mangrove tidak menghadapi berbagai tantangan dan tekanan. Secara umum, tantangan dan tekanan yang dihadapi ekosistem mangrove di Kabupaten Mimika sama seperti yang dialami di berbagai tempat lain di Indonesia, yaitu alih fungi lahan untuk pemukiman penduduk, pelabuhan, kawasan industri dan lain-lain demi untuk berbagai kepentingan pembangunan.

Sementara itu, masyarakat asli pesisir Kabupaten Mimika yang secara turun-temurun menggantungkan sumber penghidupannya dari keberadaan ekosistem mangrove, seperti pencari ikan, kepiting, udang, dan siput (kerang-kerangan), relatif tidak mengalami perkembangan yang berarti karena pemahaman masyarakat akan fungsi dan peran ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Mimika masih tergolong rendah.

Hal ini diindikasikan oleh minimnya pengetahuan masyarakat akan fungsi ekologi dan ekonomi ekosistem mangrove, baik itu manfaat langsung maupun tidak langsung. Rendahnya pemahaman masyarakat ini disebabkan oleh tidak meratanya sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat dalam pelestarian ekosistem mangrove.

Terbatasnya pengetahuan akan ekosistem mangrove memberi kesan pada masyarakat bahwa ekosistem mangrove adalah ekosistem yang kurang berguna dan kurang memberi manfaat bagi mereka.

Untuk itulah, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Yayasan IKAMaT di Semarang memprogramkan Kegiatan Pelatihan Penguatan Kearifan Lokal Bagi Masyarakat Pesisir Dalam Rangka Pengelolaan Ekosistem Mangrove pada tahun 2015 ini.

Peserta kegiatan pelatihan ini diprioritaskan untuk perwakilan masyarakat pesisir Kabupaten Mimika bejumlah 10 (sepuluh) orang dan didampingi oleh 4 (empat) orang tenaga pendamping dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaen Mimika.

Diharapkan kegiatan pelatihan ini dapat membuka wawasan pengetahuan dan keterampilan bagi pesertanya dalam mengoptimalkan pemanfaatan ekosistem mangrove sehingga dapat dirasakan betapa pentingnya fungsi maupun peran ekosistem mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir Kabupaten Mimika.

TUJUAN
Tujuan dilaksanakannya Kegiatan Pelatihan Penguatan Kearifan Lokal Bagi Masyarakat Pesisir Dalam Rangka Pengelolaan Ekosistem Mangrove, yaitu:
1. Membuka wawasan pengetahuan bagi peserta pelatihan dalam mengenal peran maupun fungsi ekosistem mangrove.
2. Menumbuhkembangkan kesadaran bagi peserta pelatihan untuk menjaga kelestarian hutan mangrove di Kabupaten Mimika agar tetap lestari.
3. Memotivasi peserta pelatihan untuk lebih meningkatkan kepedulian, tanggung-jawab dan peran serta dalam pengelolaan ekosistem mangrove dan wilayah pesisir Kabupaten Mimka.
4. Menanamkan nilai-nilai kearifan tradisional bagi peserta pelatihan untuk tetap waspada dalam melindungi dan menjaga ekosistem mangrove sebagai sumber penyangga hidup yang mendatangkan banyak manfaat apabila dikelola secara baik dan ekonomis tanpa mengabaikan aspek ekologis, seperti pengrusakan lingkungan maupun penebangan hutan mangrove yang tidak terkendali.
5. Pengembangan keterampilan bagi peserta pelatihan dalam mengolah hutan mangrove secara langsung, seperti pembuatan kripik, jus, tepung, teh dan lain-lain dari daun maupun buah mangroveyang dapat mendatangkan nilai tambah dalam menopang ekonomi keluarga.

SASARAN
Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Kabupaten Mimika yang menggantungkan hidup serta mata pencahariannya  pada ketersediaan ekosistem mangrove.

KELUARAN
Dari kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat mengambil manfaat dan hasil sebagai berikut:
1. Peserta pelatihan mendapat bekal pengetahuan tentang peran dan fungsi ekosistem mangrove.
2. Peserta pelatihan terampil mengolah buah mangrove menjadi tepung, keripik, jus, dan teh dari daun mangrove serta ragam maupun bentuk olahan hutan mangrove yang belum pernah diketahui sebelumnya.

HASIL
Hasil yang diharapkan dari kegatan pelatihan ini adalah:
1. Terpenuhinya perlindungan terhadap hutan mangrove serta sumber daya kelautan dan perikanan yang ada di Kabupaten Mimika.
2. Masyarakat lokal Kabupaten Mimika dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dengan mengelola hutan mangrove secara arif dan bijaksana karena baik dari buah, daun maupun ranting hutan mangrove dapat dimanfaatkan untuk kepentingan komersial.
3. Terpenuhinya kesadaran masyarakat lokal Kabupaten Mimika untuk memanfaatkan dan melestarikan hutan mangrove secara bijak melalui prinsip-prinsip kearifan lokal.

MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN
Mekanisme pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Penguatan Kearifan Lokal Bagi Masyarakat Pesisir Dalam Rangka Pengelolaan Ekosistem Mangrove adalah sebagai berikut:
1. Lokasi Pelaksanaan Kegiatan:
Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Penguatan Kearifan Lokal Bagi Masyarakat Pesisir Dalam Rangka Pengelolaan Ekosistem Mangrove akan dilaksanakan di Wisma Pemda, Jl. Menteri Supeno, No. 32, Semarang.
2. Peserta Kegiatan:
- 10 (sepuluh) orang masyarakat pesisir Kabupaten Mimika.
- 4 (empat) orang tenaga pendamping dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mimika.
3. Waktu Pelaksanaan Kegiatan:
Waktu pelaksanaan kegiatan selama 5 (lima) hari efektif, yaitu dari tanggal 3 sampai dengan 8 Juni 2015.
4. Susunan Acara dan Materi Kegiatan (Tentative):
Kegiatan pelatihan secara garis besarnya, sebagai berikut:
1. Check in peserta.
2. Pembukaan dan Orientasi.
3. Pengenalan Ekosistem Mangrove.
4. Peran dan Fungsi Ekosistem Mangrove.
5. Manfaat Ekonomi Hasil Hutan Mangrove.
6. Pegolahan Hutan Mangrove Secara Langsung (Praktek Pengolahan).
7. Teknik-teknik Pemasaran Hasil Olahan.
8. Peran Dinas Kelautan dan Perikanan Bagi Masyarakat Dalam Pengelolaan Ekosistem Mangrove.
9. Kunjungan Lapangan ke Situs Belajar Mangrove.
10. Materi Teknis Lainnya.

Demikian Press Release Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Penguatan Kearifan Lokal Bagi Masyarakat Pesisir Dalam Rangka Pengelolaan Ekosistem Mangrove yang akan diselenggarakan di Semarang, pada tanggal 3 - 8 Juni 2015. Semoga hasilnya dapat memberikan manfaat bagi pelestarian mangrove di Indonesia.